Pemateri Apresiasi Buku 'Lora'

SAJJAD Rabu, 24 Januari 2018 09:45 WIB
642x ditampilkan Headline Berita Kabar Pesantren Pekan Ngaji Tiga

Bata-Bata – Seminar bedah buku pekan ngaji 3 Ponpes Muba sukses dilaksanakan, selasa (23/1/2018) malam. Seminar yang dihelat di halaman madrasah barat tersebut berlangsung mulai pukul 20.30 sampai dengan pukul 23.00 WIB dan dihadiri ribuan santri beserta sebagian asatid pesantren.

Buku yang dibedah merupakan buku yang sangat spesial dan dihargai keberadaannya di kalangan santri maupun asatid. Sebab, buku yang berjudul LORA itu merupakan hasil karya dewan a’wan Ponpes Muba, RKH. M. Tohir Abd. Hamid.

Tasaro GK sebagai pembanding diskusi itu mengatakan bahwa, buku tersebut sangat kompleks dan fleksibel penyampaiannya berkenaan dengan kedudukan seorang lora. Bagaimana lazimnya lora dihormati serta ditiru segala aspek moralnya juga disampaikan secara luwes dalam buku tersebut.

“Saya sangat kagum ketika membaca tulisan Ra Tohir baik buku ini maupun di situs pribadinya. Tulisan beliau sangat bagus di kalangan penulis produktif lainnya yang berposisi sama seperti beliau. Saya sangat kagum dan merekomendasikan untuk memilikinya,” jelasnya saat sesi penyampaian materi.

Di lain sisi, Ihsan Kamil Sahri sebagai pembedah, menyampaikan hal yang serupa dengan Tasaro. Ia mengatakan bahwa eksistensi keilmuan lora yang posisinya sebagai putra pengasuh pesantren sangat memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar.

“Lora sebagai publik figur harus memberikan hal baik terhadap sosial lingkungannya. Sering kali masyarakat menilai bahwa lora itu akan pintar meskipun tidak belajar. Namun, dalam buku itu disampaikan bahwa semua lora ingin berilmu, tetap harus berusaha. Tetapi, usahanya itu terkadang tidak sama dengan masyarakat luas,” jelasnya.

Saat ini, buku yang mendapat apresiasi dari Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Imam Suprayogo itu banyak tersedia di toko buku. Salah satunya penerbit Pustaka Muba yang membuka gerai bazar di halaman madrasah timur selama pelaksanaan pekan ngaji 3.

Bedah buku yang dikemas dengan talk show antara pemateri dan mederator serta santri itu ditutup dengan pendapat kedua tokoh mengenai Lora Tohir. “Bata-Bata ini sangat bagus, apalagi loranya. Makanya nanti kalau saya memutuskan untuk mondok, saya mau pilih Bata-Bata,” kata Tasaro saat closing statement. (lil/Asa)