Pekan Ngaji 3, Adakan Kajian Amaratus Sa’ah,

SAJJAD Jumat, 26 Januari 2018 12:56 WIB
204x ditampilkan Headline Berita Kabar Pesantren Pekan Ngaji Tiga

Bata-Bata – Di lembar kedelapan Pekan Ngaji Tiga, pihak panitia mengadakan Kajian Amaratus sa’ah (tanda-tanda hari kiamat). Kajian itu mengambil tema, “Amaratus Sa’ah Sebagai Instrumen Muhasabah”. Kajian tersebut dimulai dari pukul 19.30 – 23.00 dan bertempat di madrasah Barat Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Kamis malam, (25/01/2018).

Pemateri dalam kegiatan tersebut merupakan perwakilan dari Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bira Timur, RH. Mohammad Itsbat Abdul Qodir, Lc dan dimoderatori, Ahmad Sofiyullah, S.Pd.I.

Para peserta yang ikut kajian juga sangat antusias mengikuti kajian tersebut, hal itu terbukti dengan hadirnya sekitar tiga ribu peserta baik dari kalangan santri, asatid, mahasiswa, dan para alumni. Abdul qodir – sapaan akrab R.H Ismail Abdul Qodir LC., menyampaikan materinya mulai dari pemahaman-pemahaman tentang tanda-tanda dan hari kiamat serta mengajak para peserta bermuhasabah terlebih dahulu, atau intropeksi diri dalam hidup.

Beliau mengatakan, bahwa umat Islam harus iman terhadap hari kiamat. Beliah juga menmbahkan, bahwa, secara historis, manusia mengaku iman, namun mereka tidak mencerminkan bahwa sikap dan tingkah laku mereka iman kepada hari kiamat.

“Kita sebagai umat Islam harus iman terhadap hari kiamat, namun secara historis, manusia mengaku iman kepada hari kiamat tetapi, mereka tidak mencermikan bahwa sikap dan tingkah laku mereka beriman pada hari kiamat,”. Katanya.

Beliau juga mengutip penjelasan dari kitab karangan Habib Abu Bakar Al-lidinni. Bahwasanya, “Tanda hari kiamat terbagi menjadi tiga macam, yang pertama kiamat sugro, dimulai dari sebelum diutusnya Rasulullah sampai hari kiamat. Kedua kiamat wusto, dimulai dari diutusnya Rasulullah sampai hari kiamat. Dan yang ketiga kiamat kubro, dimulai dari munculnya Imam Mahdi, sampai hari kiamat,” tambahnya.

Di penghujung acara, beliau juga berpesan kepada peserta, “Kita sebagai manusia jangan sibuk bertanya tanda hari kiamat saja. Namun, kita harus mempersiapkan diri kita menghadapi hal tersebut,” pungkasnya. (Ris/Asa)