Sudah Biasa, Tapi Luar biasa

SAJJAD Jumat, 30 Maret 2018 13:06 WIB
404x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Ponpes Muba

Semua orang punya cara tersendiri dalam menggapai kesuksesan. Namun, semua harus dengan satu cara yang pasti, yaitu, bersungguh-sungguh untuk menggapainya.

Sajjad, Bata-Bata

Man jadda, wa jadah, siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Dorongan untuk menjadi santri sejati, menjadikan para santri Mambaul Ulum Bata-Bata bisa menghafal lebih seribu bait Kitab al-Fiah Ibn Malik.

Doktrin yang sudah menyebar, jika santri tidak menguasai Kitab al-Fiah Ibn Malik, maka ibarat sebutir telur yang sudah busuk. Hal tersebut mungkin yang menjadi salah satu pendorong agar santri Bata-Bata menguasai kitab tersebut.

Menghafal juga menguasai kitab nahu tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Santri harus benar-benar fokus untuk menghafal kitab tersebut. Sebagian dari mereka para santri harus mengorbankan banyak waktu untuk fokus menghafal, dan secara otomatis mengenyampingkan pelajaran yang lain untuk menghafal secara maksimal.

Rata-rata para santri menghafal Kitab al-Fiah tersebut satu semerter, namun ada juga yang lebih satu tahun. Semua tergantung dari usaha dan juga kemampuan para santri. Semakin giat seorang santri belajar, semakin cepat pula nadhom kitab al-Fiah tersebut melekat.

Memang sudah menjadi hal yang biasa jika santri Bata-Bata menguasai kitab Al-Fiah tersebut. Namun pencapaian tersebut adalah hal yang sangat luar biasa. Tidak semua santri bisa menguasai kitab tersebut. Semester ini saja hanya ada sekitar kurang lebih 40 orang yang siap di test kitab tersebut.

Namun, adanya i’lanan Kitab Al-Faih Ibn Malik tersebut menjadi salah satu penggerak semangat belajar santri. Banyak santri yang terdorong dengan adanya I’lanan tersebut, untuk juga ikut menjadi salah satu santi yang diakui sebagai santri Bata-Bata.

Noval Maulana salah satu santri yang pernah I’lan Kitab al-Fiah Ibn Malik menuturkan salain dapat dorongan dari ustadnya, dia juga merasa terdorang dengan adanya teman yang sudah i’lan terlebih dahulu. Dia mengatakan bahwa walau temannya tidak secara langsung menantangnya karena masih belum i’lan, dia merasa mendapat tamparan keras sebab kelalaiannya tidak semangat untuk mengahafal sedari awal.  Noval – sapaan akrab Nauval Maulana mejadikan hal tersebut sebagai cambuk semangat untuk bisa i’lan juga.

Tidak hanya itu, Ternyata Noval bisa i’lan dua kitab sekaligus, yaitu; al-Fiah Ibn Malik dan juga Imriti. Dan adanya kejadian tersebut juga diharapkan akan menyebabkan banyak santri yang terdoroang untuk mengahafal dan mengusai kitab, lebih-lebih al-Faih Ibn Malik.