Ponpes Muba Adakan MOSBA

SAJJAD Jumat, 10 Agustus 2018 22:42 WIB
536x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Ponpes Muba

Bata-Bata – Ponpok Pesantren Mambaul Bata-Bata (Ponpes Muba) adakan Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) untuk yang sekian kalinya. Acara tersebut sudah menjadi acara rutinitas tahuan, dan untuk pembukaan MOSBA tahun ini diletakkan di halaman Madrasah Barat, Kamis, (09/08/2018).

Pelaksanaan MOSBA akan dilaksanakan selama sembilan hari, mulai dari hari Kamis-Jumat, (09-17/08). Acara tersebut masih dibagi menjadi  dua bagian. Yaitu; MOSBA untuk Madrasah Ibtidaiah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) akan dilaksanakan mulai hari Sabtu-Senin (11-13/08).

Sedangkan khusus Madrasah Aliyah (MA) diletakkan hari, Selasa-Kamis, (14-16/08). Sedangkan penutupan akan dilakanakan serentak pada keesokan harinya, Jumat, (17/08). Pada hari Jumat itupun akan diadakan bersih-bersih Pondok secara menyeluruh oleh para santri baru, yang dibantu pihak-pihak yang berkaitan.

Pada awal pendaftaran santri baru tahun 2018-2019 kali ini, pihak kesantrian Ponpes Muba merasa kewalahan. Hal tersebut dikarenakan jumlah santri yang terus bertambah setiap tahunnya. Pada periode 2017-2018, santri baru yang mendaftar sekitar 712 santri. Sedangkan pada tahun sekarang, naik menjadi 838 santri, dan diperkirakan akan terus ada kenaikan santri. Pengambilan data tersebut diamdil dari data santri putra saja, tidak meliputi santri putri, tahfidz, dan juga Maktuba.

Ada beberapa kendala yang dihadapi bidang kesantrian Ponpes Muba, sebab masih banyak santri baru yang masih belum terdaftar dan tidak melengkapi data yang diperlukan. Helmi, ketua bidang kesantrian menghimbau kepada semua santri baru atau kepada wali yang belum mendaftarkan anak-anaknya diharap segera mendaftar ke Kabid. Kesantrian. Sebab, konsekuensinya jika telat mendaftar selain akan merepotkan pihak pesantren, juga harus ikut MOSBA tahun depan. “Buat santri baru dan juga para wali agar segera mendaftarkan para santri baru yang masih belum terdaftar dan juga melengkapi data yang belum lengkap, demi kevalitan pendataan santri baru,” katanya saat diwawancarai oleh redaksi. (B_A/Asa)