Berharap Dukungan Suporter Di Final

SAJJAD Ahad, 26 Agustus 2018 20:41 WIB
604x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Ponpes Muba

Bata-Bata – Persaingan ketat terjadi di laga semi final lomba futsal pada Gema Takbir Idul Adha (GETARIA) 1439 H pada Sabtu Siang (25/08/2018), yang mempertemukan antara Blok M1 dengan Blok P, sedangkan Blok R dengan Blok L. Laga yang dihelat di lapangan futsal MU tersebut diwarnai banyak aksi-aksi seru, mulai dari kehadiran para suporter dari masing-masing tim yang menggila, hingga iringan-iringan nyanyian khas mereka demi memberi semangat terhadap tim kesayangannya.

Di laga pertama berjalan sangat ketat, yang mempertemukan antara Blok M1 dengan Blok P. Tiga gol langsung dicetak Blok P selama pertandingan, masing-masing oleh Faris (4’, 19’) dan Iwan (14’).

Laga kedua pada babak semi final yang mempertemukan antara Blok R dengan Blok L berjalan lebih sengit lagi. Sejak menit awal, kedua tim sudah melakukan serangan-serangan tak diduga. Kedua tim terbilang protektif, sebab serangan-serangan yang dilakukan keduanya masih mampu dibendung oleh penjaga gawang masing-masing tim. Hingga turun minum, skor masih tetap 0-0.

Di babak kedua, gol pembuka berhasil dicetak Blok R melalui sontekan kaki kanan pemain sayap di kotak pinalti, Ipunk Balelank (14’), papan skor berubah menjadi 1-0 untuk kemenangan Blok R. Para suporter dari Blok R pun bergeriuh dengan nyanyian-nyanyian khas mereka serta ungkapan-ungkapan cercaan terhadap pemain lawan. Fajar sebagai kapten Blok L pun terpancing emosinya, sehingga semenit berselang salah satu pemain sayap Blok R mengalami cedera dan harus ditarik keluar setelah terkena sikutan tangan dari Fajar. Laga semakin memanas, serangan demi serangan dilancarkan oleh kedua tim.

Semenit sebelum laga berakhir, ketika pemain bertahan Blok R bermain lebih ke depan dimanfaatkan oleh para pemain Blok L untuk melancarkan serangan balik. Dan sukses, serangan tersebut berhasil untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Helmi (19’), skor tetap imbang hingga babak kedua berakhir. Laga pun harus dilanjutkan dengan dua babak tambahan. Tapi sayang, skor masih tidak berubah dan tetap 1-1.

Sehingga, untuk menentukan pemenang, drama pinalti harus dilakukan. Tiga penendang diberikan wasit terhadap kedua tim. Imron yang menjadi eksekutor pertama dan Khoirul eksekutor yang kedua dari Blok L berhasil mengoyak gawang lawan. Sedangkan dua eksekutor Blok R, Ivan dan Ipunk Balelank, sebagai pencetak gol tunggal Blok R tidak berhasil menembus jala gawang yang dihuni oleh Bustomi.

Iqbal sebagai pelatih Blok R mengakui, “Sangat disayangkan memang, kami kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir, sebab salah satu pemain kami mengalami cedera pelipis setelah terkena sikutan pemain lawan. Tapi, kami berterima kasih kepada Blok L dan suporternya sudah menghadirkan pengalaman yang luar biasa seperti ini,” jelasnya.

Keberhasilan menuju final tersebut mengulang kesuksesan di pelaksanaan lomba GETARIA tahun lalu, starting line-up Blok L pun tak jauh beda dengan tahun lalu, hanya saja nama Wisnu sebagai penjaga gawang tahun lalu tak ada dalam tim  Saat itu, tim yang masih dilatih Humaidi tersebut juga berhasil lolos ke babak final. Sayang, di babak final perjuangan mereka sia-sia setelah dipermalukan Blok M2 dengan skor 2-0.

Sementara Itu, pelatih Blok L Rosidi menerangkan, “Kehadiran para suporter menghadirkan sifat pantang menyerah bagi semua pemain kami, mereka tetap berjuang hingga titik darah penghabisan. Dan saya atas nama tim, berharap dukungan yang sebesar-besarnya pada sore nanti (red, final),” jelasnya. (Sup/Asa)