Bata-Bata Kedatangan Dua Pemain Berdarah Madura

SAJJAD Rabu, 29 Agustus 2018 13:35 WIB
62x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Ponpes Muba

Bata-Bata – Jumpa pers dua pemain Madura United di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) berjalan dengan lancar. Dua pemain dari klub papan atas Liga 1 tersebut tak lain adalah Bayu Gatra Sanggiawan sebagai pemain sayap dan Rizky Dwi Febrianto sebagai gelandang di klub tersebut. Acara yang disponsori oleh Torabika Tora Cafe tersebut bertempat di halaman madrasah barat Ponpes Muba Selasa (28/08/2018), yang berlangsung mulai pukul 13.30-16.30 WIB.

Bayu – sapaan akrab Bayu Gatra Sanggiawan – adalah salah satu dari tiga pemain Madura United yang pernah nyantri di Ponpes Muba, bersama dengan Maulana dan Gilang Ginarsa. Bayu menghadirkan sejuta pengalaman untuk yang kedua kalinya di sela-sela ribuan santri dan para asatidz Ponpes Muba yang juga turut hadir siang itu.

Mulai dari awal ia belajar main bola pada ayahnya hingga ia bisa sampai berkarir di beberapa klub papan atas seperti Persisam Samarinda, Bali United, Sriwijaya FC, hingga akhirnya ia berlabuh ke Madura United. Ia juga pernah membela Timnas Indonesia U-23 ketika masih bermain untuk Persisam Samarinda.

Sebelum berkarir di Madura United, pria kelahiran Jember itu sempat mendapat tawaran dari beberapa klub dari Liga Malaysia dan Liga Thailand ketika masih berseragam Sriwijaya FC. Pada saat itu juga, Bayu yang masih berdarah Madura mendapatkan tawaran dari Achsanul Qosasi dan Haruna Soemitro untuk bermain dengan mereka di Madura United. “Saya masih berdarah Madura, dan mungkin akan lebih pantas jika saya bermain disana. Orang tua saya juga tahu tentang itu, mereka menyetujuinya. Apalagi ketika melihat atmosfer yang diberikan para suporter dari tribun saat Madura United bertanding,” ucap pria asal Jember tersebut.

Rizky – sapaan akrab Rizky Dwi Febrianto – adalah sepupu dari Bayu. Yah, ayahnya Rizky merupakan kakak kandung dari ayah Bayu, dan keduanya merupakan asli kelahiran Pakong Pamekasan Madura. Maka pantaslah jika dua pemain ini sedikit banyak tahu berbahasa Madura, walaupun sejak lahir sudah bermukim di Jember. Rizky juga berbagi pengalamannya hingga ia bisa berseragam Madura United.

Acara jumpa pers dihiasi dengan prosesi pananda tanganan kaos sekaligus foto bareng dengan dua pemain Madura United tersebut. Selain itu, ada sesi tanya jawab berkenaan dengan sepak bola. Di penghujung acara, terdapat tantangan-tantangan yang dihadirkan para panitia, diantaranya adu juggling dengan pemain Madura United. Yang mana, santri yang berani menerima tantangan tersebut akan mendapatkan kaos dari Madura United. Rizky yang pada saat itu masih dalam masa penyembuhan dari cedera pada tumit kakinya, hanya duduk santai menyaksikan proses jalannya permainan. “Dia masih dalam tahap penyembuhan dari cedera di tumit kakinya, jadi masih gak bisa nendang bola, hehehe,” canda Bayu kepada para santri. (SupAsa)