Ribuan Santri dan Alumni Ikuti Seminar Ngaji Hadist

SAJJAD Jumat, 11 Januari 2019 21:39 WIB
165x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren PonpesMubaPekanNgaji4

Bata-Bata Ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) ikuti Ngaji Hadist. Kajian teresbut diletakkan di musholla putra, Jumat siang,(11/01/2018).

Rata-rata peserta kajian seminar tersebut terdiri dari santri aktif, asatidz, alumni, dan masyrakat umum. Antusias peserta pada kajian tersebut bisa dikatakan besar. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya peserta kajian yang hadir dan aktifnya peserta bertanya pada waktu itu.

Kajian hadist tersebut diisi langsung oleh salah satu syekh yang berasal dari Suriah yang sudah cukup lama berada di Indonesia yakni Syekh Mar’ey Hasan ar-Rasyid sebagai pemateri tunggal. Pada kajian tersebut, Syekh Hasan  – sapaan akrap Syekh Mar’ey Hasan ar-Rasyid membahas mengenai banyak  hal. Diantaranya; mengenai pandangan para orientalis terhadap sunah dan hadist nabi, serta pandangan dan pendapat penulis Islam tentang hadist dan sunah nabi.

Tidak hanya itu, beliau berpesan bahwasannya untuk tidak memahami hadist dan Al-Quran menggunakan pemahaman sendiri melainkan harus menggunakan atau mengikuti pemahaman imam yang 4 yaitu Imam Syafi’i, Imam Ahmad Bin Hambal, Imam Malik dan Imam Hanafi. “Jangan tafsiri hadits dan al-Quran dengan menggunakan akal seenaknya,” dauah beliau.

Beliau juga menyampaikan bahwa tema yang diangkat pada seminar kajian pada Pekan Ngaji 4 ini tidaklah mudah. “Bukanlah tema yang mudah pada acara seminar kali ini, kami membutuhkan waktu yang banyak agar yang hadir pada seminar kajian hadist ini dapat mengambil ilmu yang banyak ”

Kajian yang bertemakan “Ngaji Hadist Dalam Perspektif Orientasi” itu diharap dapat menambahkan kecintaan santri kepada ilmu hadist. “Sekarang saya dapat merasakan bahwa ilmu hadist itu memang penting dipelajari, dan kajian ini dapat membuat saya lebih cinta terhadap ilmu hadist,” kata Ridlo salah satu santri sekaligus peserta seminar pada kajian tersebut.

“Keingintahuan saya untuk memperdalam lagi ilmu hadist kini semakin besar,” katanya setelah di wawancarai oleh tim redaksi.

Beliau juga berpesan kembali ketika mau menutup sesen penyampaian materi agar santri senantiasa menghafal hadist-hadist rasulullah. “Saya meminta dan menasehati terhadap kalian (santri, red) sebagaimana saya menasehati kalian ketika pembukaan tadi, agar setiap orang  yang merasa mencari ilmu itu agar dapat menghafal hadist baginda kita Nabi Muhammad SAW.” pungkasnya. (Lil/Jad)