Ngaji Hijrah; Menuju Generasi Sholeh dan Musleh

SAJJAD Jumat, 18 Januari 2019 15:16 WIB
81x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren PonpesMubaPekanNgaji4

Bata-Bata – Sesuai dengan tema besar Pekan Ngaji 4, yaitu “Menjadi Generasi Sholeh dan Musleh,” Panitia Mengadakan Ngaji Hijrah. Ngaji tersebut dihadiri oleh Drs H. Ilhamullah Sumarkhan M. Ag direktur Imarah Masjid Nasional al- Akbar, Surabaya.

Ngaji tersebut mengangkat tema, “Hijrah; Antara Trend dan Hidayah,” dan dihadiri oleh asatidz dan beserta beberapa staf daerah dan otonom. Acara tersebut bertempatkan di aula pesantren, Jumat, (19/10/2019).

Ilhamullah – sapaan akrab Drs H. Ilhamullah Sumarkhan M. Ag membahas masalah Hijrah mulai dari aspek bahasa hingga pengertian hijrah menurut muda-mudi zaman sekarang. Secara bahasa hijrah bisa diartikan sebagai perpindahan tempat. “Secara bahasa hijrah adalah berpindah tempat,” ungkap beliau.

Beliau mengambil contoh Hijrahnya Rasul dari Makkah ke Madinah, hal tersebut dinamakan Hijrah. Bahkan beliau memberi contoh diri beliau sendiri pula. Yakni, dimana beliau yang asalnya orang Gersik namun pindah ke Surabaya. Dengan begitu beliau bisa dikatakan Hijrah.

Setelah membahas hijrah secara bahasa, beliau membahas hijrah menurut pengertian kontenporer. Dimana, sekarang, hijrah diartikan sebagai berubahnya pola pikir seseorang ke arah yang lebih baik. Bahkan, menurut belaiu Hijrah ini sekarang menjadi trend di kalangan muda mudi. “Hijrah semacam ini sudah menjadi trend di kalangan muda-mudi,” tambah beliau.

Namun, beliau tetap berharap, adanya gelombang hijrah yang sedang merak ini bukan hanya sebatas tren saja. Namun juga akan berhujung pada turunnya hidayah bagi para kaum muda. “Semoga dari asalnya trend menjadi sebab turunya hidayah,” harap beliau.

Di akhir penyampainnya, beliau menyinggung tema besar pekan ngaji, dimana menurut beliau tema kajian dan juga tema besar Pekan Ngaji 4 kaliini sangatlah cocok. Sekarang, bukan hanya hijrah menjadi lebih baik sendiri yang dibutuhkan, namun juga menjadikan orang lain menjadi lebih baik pula. “Menjadi baik memang perlu, tapi lebih bagus jika membaikkan orang lain lagi,” pungkasnya. (IBM/Jad)