Gendang LPBA Hipnotis Santri Bata-Bata

SAJJAD Senin, 12 Agustus 2019 22:28 WIB
103x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren GETARIA 1440 H

Bata-Bata – Lembaga Pengembangan Bahasa Arab (LPBA) kembali mengguncang panggung utama, dalam ajang lomba takrir alfiyah untuk menyemarakkan pagelaran lomba Gema Takbir Idul Adha (GETARIA) di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Senin malam (12/08/2019).

Perlombaan tersebut diikuti oleh kurang lebih 35 peserta dari seluruh badan otonom dan berbagai daerah yang ada. Namun, di luar penampilan apik kontestan lainnya, delegasi dari LPBA bisa membuat hati para penonton terkagum dengan penampilan dan gendang yang dibawakan oleh LPBA pada saat tampil di panggung. Hal ini dibuktikan oleh gemuruh tepukan tangan dari santri yang menyaksikan perlombaan tersebut. Santri bernama Muhammad Iklil yang pada saat itu ikut menyaksikan jalannya lomba tersebut, berkometar bahwa penampilan dari LPBA sangat spektakuler. “Saya merasakan kembali bersemangat ketika LPBA tampil di pangung lomba itu,” katanya.

Nada-nada yang dibawakan oleh LPBA merupakan nada familiar dan sering didengar oleh para santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata,  saat mengikuti takrir alfiyah ibn malik ketika hari libur pesantren semisal malam Jumat. Oleh sebab itu pula, santri banyak mengikuti lantunan syair vokalis delegasi dari LPBA, Muhammad Aldi Romadhoni yang memiliki suara lembut dan merdu.

Dalam lomba tersebut seluruh peserta diharuskan untuk membawakan tiga tembang lagu saja dan tidak boleh lebih. Selain itu diharuskan untuk tidak membawakan lagu yang terlalu fulgar atau tidak pantas dengan lingkungan pesantren seperti lagu dangdut, koplo dan lain sebagainya dalam artian peserta harus membawakan lagu yang masih ala santri. Adapun tanda yang digunakan oleh panitia lomba dalam perlombaan tersebut yaitu; lampu hijau merupakan tanda mulai, dan lampu kuning tanda peringatan berhenti, dan lampu merah adalah lampu berhenti yang semuanya harus diperhatikan oleh seluruh peserta agar tidak mengurangi terhadap nilainya.

Ustadz Rosidi dan Ustadz Solihin selaku juri pada lomba tersebut, memberikan penjelasan mengenai kriteria penilaian lomba tersebut. “Mekanisme penilaian yang diambil oleh juri lomba yaitu; dari segi etika, nada, fashohah atau kelancaran, dan kekompakan pesarta lomba dalam melantukannya. Adapun tujuannya atau harapan dari kepanitiaan lomba adalah untuk mempercepat hafalan santri terhadap bait kitab Alfiyah ibn Malik tersebut. Apalagi pondok ini dikenal oleh masyarakat umum dengan ilmu nahwunya,” jelasnya saat ditemui oleh redaksi. (Ruf/Ans)