Lomba KTI GETARIA; Pilih Tema Aktual

SAJJAD Senin, 12 Agustus 2019 10:57 WIB
95x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren GETARIA 1440 H

Bata-Bata - Guna mengembangkan ranah literasi di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (PP MUBA) pihak panitia GETARIA adakan lomba karya tulis ilmiah (KTI) pada Senin (128/2019) yang diletakkan di Aula Perpustakaan Al-Majidiyah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata.

Pada lomba KTI tersebut, pihak panitia memberikan peluang bagi setiap santri yang tinggal di otonom dan daerah untuk ikut serta dengan estimasi peserta 1 orang tiap daerah dan otonom. Tanpa dihadiri penonton, perlombaan tersebut berlangsung tenang dan khidmat.

Untuk lomba karya tulis Ilmiah, delegasi yang hadir berkisar 12 peserta, meliputi M2KD, BBEC, Kastaqim, DELF-KORNE-RTC, JKH, LPBA, BBC-TNB, daerah J, K, O, N, dan P. Pada kesempatan lomba KTI kali ini, jenis karya tulis yang diperlombakan adalah karya tulis esai populer. Setidaknya ada 3 kriteria penilaian yang dibuat panitia yaitu aspek kesesuaian dengan tema 30%, tata bahasa 30%, dan kreativitas serta keaslian ide 40%.

Ustadz Syahin Jalal selaku koordinator lomba karya tulis ilmiah menjelaskan bahwa kriteria penilaian yang diambil merupakan kriteria yang sesuai dengan kemampuan santri dan kondisi yang dipertimbangkan saat perlombaan. “Kriteria penilaian yang kami buat memang agak berbeda dari biasanya, tidak ada aspek penggunaan EYD. Hal itu dikarenakan lomba ini berlangsung serentak dengan durasi waktu yang sedikit dan ditulis tangan pula. Sehingga yang menjadi titik tekan adalah kreativitas peserta dalam mengolah ide gagasan mereka guna dituangkan dalam sebuah tulisan”, ungkapnya.

Ustadz Syahin, sapaan akrab beliau, juga menambahkan bahwa tema-tema yang diambil merupakan tema aktual atau setidaknya berkaitan dengan momentum saat ini. “Kami menentukan 3 tema dalam lomba KTI kali ini, yaitu Kontekstualisasi Nilai-Nilai Idul Adha, Peran Pesantren dalam Menghadapi Bonus Demografi, dan Konsep Parenting dalam Islam. Tema ini kami anggap sebagai tema yang selaras dengan kondisi ataupun momentum yang sedang dihadapi pesantren saat ini”, imbuhnya. (Yan/Ans)