M2KD Sabet Dua Lomba Sekaligus

SAJJAD Rabu, 14 Agustus 2019 23:44 WIB
212x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren GETARIA 1440 H

Bata-Bata – Pagelaran lomba Gema Takbir Idul Adha (GETARIA) 1440 H masih berlanjut. Lanjutan lomba tersebut dilaksanakan Rabu malam (15/08/2019) di halaman baru sebelah selatan blok S Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Terlepas dari kegiatan pesantren yang sudah aktif seperti biasa pasca libur Idul Adha, perlombaan dimulai tepatnya pukul 21.00 WIB.

Perlombaan yang dilaksanakan yaitu final Musabaqah Fahmil Imriti (MFI) dan final lomba debat ilmiah. Pada perlombaan MFI, terdapat tiga kontestan yang berhasil lolos ke babak final, yaitu delegasi dari ALFANN, daerah O, dan M2KD. Berstatus sebagai kandidat juara, M2KD tampil meyakinkan. Pada babak cepat tepat, poin yang diperoleh M2KD terpaut jauh meninggalkan dua kontestan lainnya. Bahkan andaipun sisa soal dijawab semua oleh salah satu lawannya, poinnya tidak dapat terkejar. Optimis, M2KD kemudian dipersilahkan meninggalkan tempat perlombaan dengan menggondol juara pertama.

Perlombaan kemudian dilanjutkan untuk menentukan juara kedua. Panitia menyediakan 3 soal untuk diperebutkan oleh dua kontestan. Soal pertama dan kedua dijawab tuntas oleh delegasi dari daerah O, sehingga kalaupun soal ketiga dijawab delegasi dari ALFANN maka poinnya pun tidak mungkin menyusul. Berdasarkan hasil tersebut, daerah O menjadi juara kedua, sementara ALFANN harus puas di tempat ketiga.

Selanjutnya lomba kembali digelar dengan menyajikan partai final debat ilmiah yang menegangkan. Mempertemukan antara delegasi dari BBEC dan M2KD. M2KD yang tahun lalu sempat dikalahkan di babak penyisihan oleh BBEC, kini mampu lolos meyakinkan ke babak final dan berambisi membalas kekalahan.

Hadir pada kesempatan tersebut, juri yang sengaja diundang dari luar pondok oleh panitia, yaitu RKH. Abdul Adhim, M.Fil dan Ustadz Rusydi Kholil, S.Pd.I. Selain dari segi penjurian, panitia juga mengadakan beberapa inovasi yang berbeda dari sebelumnya di sesi final debat ilmiah kali ini, seperti pengadaan timer waktu di screen proyektor dan mempersilahkan peserta menyanyikan lagu kebangsaan badan otonomnya masing-masing.

Ustadz Izzur Ridho, yang akrab disapa Ustadz Izzul, menyampaikan bahwa adanya nyanyian lagu kebangsaan atau yel-yel dari masing-masing kubu adalah untuk membangun semangat peserta dan juga penonton. “Adanya yel-yel semacam tadi adalah untuk membangkitkan semangat peserta dan penonton. Kita tahu dua badan otonom ini memiliki basis penonton fanatik masing-masing, terlebih M2KD. Ini partai puncak, jadi semestinya meriah,” tandasnya.

Pada pertandingan final tersebut, M2KD berhasil menjadi pemenangnya. Tampak delegasi dari M2KD lebih mendominasi dan tenang dalam mengutarakan argumentasinya. Hal itu tidak terlepas dari mosi yang diangkat berupa “Sistem Zonasi dalam Pendidikan” dan mereka berada di pihak kontra. Oleh karena itulah, sedikit ada keluh kesah atas ketidak beruntungan delegasi dari BBEC yang sangat menyayangkan ada di posisi pro. “Kalau dibilang temanya tidak berimbang, kami tidak mau berdalih itu. Temanya sudah pas, lagi pula sulit mencari tema yang betul-betul sebanding bagi kubu pro dan kontra. Dan saya yakin panitia sudah mengupayakannya. Mungkin saja tahun ini kami kurang beruntung dan bisa jadi saat kami mengambil undian pro-kontra lupa baca basmalah,” ungkap santri yang enggan disebut namanya tersebut sembari tersenyum. (Ans/Dha)