Santri Bata-Bata Menangkan Kejuaraan Taekwondo Antar Pelajar

SAJJAD Ahad, 8 September 2019 21:45 WIB
571x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Taekwondo Bata Bata

Bata-Bata – Santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes MUBA) kembali meraih gelar juara. Kali ini datang dari cabang perlombaan yang tidak disangka-sangka, yaitu taekwondo. Santri dari badan otonom yang baru berjalan seumur jagung tersebut berhasil menyumbangkan medali emas untuk Kabupaten Pamekasan dalam Kejuaraan Taekwondo Antar Pelajar se-Jawa Timur. Kejuaraan tersebut dilaksanakan secara maraton sejak Kamis, (05/09) sampai Ahad, (08/09) di Gedung Olahraga (GOR) Gajah Mada Kota Batu Malang.

Perlombaan yang diikuti oleh 1.928 atlet taekwondo tersebut diselenggarakan oleh Pengprov (pengurus provinsi) Jawa Timur dan bekerja sama dengan Pengkot (pengurus kota) Taekwondo Indonesia (TI) Batu Malang. Dari dua puluh lima medali yang berhasil diperoleh kontingen Pamekasan, As’ad, salah seorang santri Ponpes Muba turut menyumbangkan medali emas dalam Kategori Poomsae Semi Prestasi.

Santri yang saat ini sudah menginjak kelas sebelas madrasah aliyah tersebut mengaku senang atas apa yang telah diraihnya. Dengan capaian itulah, ia merasa tidak sia-sia telah berlatih keras sekitar 21 hari setelah dipilih untuk mengikuti perlombaan tersebut.

“Saya senang bisa menang di sini. Capaian ini adalah awal yang baik bagi saya begitupula bagi Dojang Bata-Bata ke depannya. Setelah ditunjuk oleh Pak Sudiyanto (pelatih utama kontingen Pamekasan), saya berlatih dengan keras dan akhirnya berhasil meraih hasil yang memuaskan ini,” ungkapnya.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi SURYAMALANG.COM, para atlet yang berhasil menjadi juara akan direkomendasikan untuk mewakili Jawa Timur dalam kejuaraan nasional Taekwondo ataupun Pekan Olahraga Nasional (PON). Selaras dengan hal itu, As’ad berharap dirinya kembali terpilih untuk ambil bagian pada kompetisi yang lebih besar lagi.

“Tingkat nasional, siapa yang tidak mau. Tapi saya harus berlatih lebih keras lagi untuk sampai ke situ. Selain itu, mohon doa dan dukungannya juga,” imbuh santri asal Kokop Bangkalan tersebut. (Ans/Dha)