Terakhir! Sekolah Jurnalistik

SAJJAD Kamis, 12 September 2019 23:38 WIB
139x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Sekolah Jurnalistik VIII

Bata-Bata – Sekolah Jurnalistik Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata sudah sampai di hari terakhirnya, kamis (12/09/2019) yang berlokasi di Perpustakaan al-Majidiyah (Ponpes MUBA).

Sudah empat hari event tersebut berlangsung. Pada hari ini, acara tersebut selesai dalam dua kegiatan terakhir, materi mekanisme pemberitaan televisi pada siang harinya dan penutupan acara pada malam harinya.

Pak Zuhri – sapaan akrab – selaku alumni Ponpes MUBA yang aktif di salah satu media pertelevisian swasta (JTV) menyampaikan materinya tentang mekanisme pemberitaan di televisi. “Menjadi seorang reporter televisi memerlukan ketahanan mental yang sangat kuat. Bukan karena saya membeda-bedakan, faktanya di lapangan memang seperti itu. Sekali lagi menjadi seorang reporter televisi harus memiliki ketahanan mental yang luar biasa. Jadi, kalau nanggung jangan coba-coba,” terang Pak Zuhri menyampaikan materinya.

Selain itu, Pak Zuhri dalam menyampaikan materinya tidak terlalu monoton. Beliau tidak hanya terpaku pada penyampaian materi saja. Pak Zuhri, juga senantiasa memotivasi para santri untuk memiliki semangat menjadi seorang reporter televisi yang handal. “Kalau kalian mau menjadi seorang reporter televisi, tenang. Ada saya, dan kalian harus punya niat yang disertai kesungguhan. Hanya itu pra-syaratnya,” tambahnya.

Dari pihak panitia, dengan diadakannya materi tentang pemberitaan televisi ini, para peserta bisa tahu dan paham bagaimana dan apa-apa saja mekanisme yang ada di pemberitaan televisi karena banyak orang-orang tidak tahu bagaimana mekanismenya.

Pada malamnya – acara penutupan – berlangsung dengan meriah. Acara penutupan itu dihadiri oleh beberapa dewan kepengurusan pondok  pesantren, di antaranya Dewan Ma’hadiyah, Ustadz Imam Syafi’ie dan Ustadz Wahyudi Efendi, serta Direktur Pustaka MUBA Ustadz Syahin Jalal.

Ustadz Imam – sapaan akrab Ustadz Imam Syafi’ie – yang dipersilakan untuk mengisi sambutan, memberikan motivasi menulis terhadap para peserta. “Kalian semua yang ada di sini adalah pilihan. Jadi, kalian harus bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya,” ungkap beliau.

Tidak hanya itu, beliau juga berharap kepada semua peserta agar bisa menjadi seorang penulis yang hebat dan bermartabat. “Saya harap kalian semua bisa menjadi seorang penulis yang hebat seperti Imam Ahmad bin Hambal dan penulis-penulis hebat lainnya. Tapi, jangan lupa. Selain kalian menjadi seorang penulis yang hebat kalian tidak boleh lupa untuk menjadi penulis yang bermartabat,” harap beliau kepada para peserta.

Di lain pihak, para peserta sekolah jurnalistik sangat menikmati acara penutupan tersebut. Mereka sangat senang sekali, puas, dan berterimakasih kepada segenap panitia karena telah mengadakan sekolah jurnalistik VIII. “Kami senang sekali sekaligus puas terhadap apa-apa yang sudah disuguhkan. Kami berterima kasih pada para panitia yang sudah mau peduli terhadap kami. Komentar kami tentang sekolah jurnalistik, itu sangat bagus sekali karena dapat melatih kualitas santri dalam hal kepenulisan menjadi baik dan lebih baik lagi,” terang Rizal menyampaikan aspirasinya saat diwawancarai redaksi. (Ris)