Sekolah Jurnalistik VI, Ciptakan Santri Istiqomah Nulis

SAJJAD Ahad, 15 September 2019 10:03 WIB
124x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Sekolah Jurnalistik

Bata-Bata – Setiap orang pasti memiliki hobi yang berbeda. Hanya keinginan dan konsistensi yang akan mengantar pada bakat yang sesungguhnya, termasuk penuturan salah satu peserta sekolah jurnalistik VI, Fitriyah. Ia mengatakan bahwa menulis adalah satu-satunya cara yang membebaskan seseorang menuangkan segala warna rasa di secarik kertas. “Kali ini sudah menjadi tahun ke dua saya ikut sekolah jurnalistik. Saya berharap sekolah ini istiqomah diadakan, karena selain menjadi media motivasi santri untuk menulis, juga bisa membangkitkan ruh literasi kaum santri,” lanjut siswi yang kini duduk di bangku kelas 12 intensif tersebut.

                Hari pertama dimulai tepat pada malam Rabu, 11 September 2019, yang bertempat di salah satu kelas Madrasah Ibtidaiyah. Untuk periode keenam ini, pihak panitia hanya membuka untuk 30 pendaftar dan memprioritaskan alumni atau santri yang pernah mengikuti sekolah jurnalistik sebelumnya, karena materi yang ada adalah materi lanjutan. Sekolah digelar selama 4 hari 4 malam. Dengan santri yang minimalis dan fokus pada alumni, sekolah kali ini diharapkan akan melahirkan santri yang mumpuni dalam bidang jurnalistik. “Kami sangat berharap mereka tenggelam dalam materi yang sudah tersaji, mengembangkan dan tentunya istiqomah nulis ya. Siapa tahu gitu¸nanti bisa menjadi pendakwah lewat tulisannya,” tutur Siti Elliyah, ketua panitia sekaligus ketua bid. Penerangan pesantren.

                Suasana yang ada tentunya bisa ditebak. Datangnya pemateri-pemateri berkelas dengan pengalaman profesionalnya, semangat peserta semakin menggebu-gebu dan fokus menyimak setiap materi yang disajikan. Di antara pemateri yang ada, Moh Ali Muhsin, Slamet Riyadi dan Anis Billah (JPRM), Moh Zuhri (JTV), Faruq Fazhay (Kolumnis), dan Suhairi (Cerpenis). Adapun materi pada hari pertama, peserta dibimbing tentang sekilas teori penulisan berita, dan untuk hari-hari berikutnya fokus pada praktek, mulai dari praktek menulis berita (cetak maupun TV), opini, essai dan fiksi. Peserta juga didulang dengan teori dan praktek cara mendesign sebuah majalah, dengan mendatangi Rofiki Zakki, selaku designer majalah New Fatwa. (Ana/red)