Ponpes Muba Gelar Shalat Istisqo Bersama

SAJJAD Senin, 28 Oktober 2019 23:46 WIB
71x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Ngamri Berkah

Bata-Bata – Kemarau panjang yang melanda membuat sebagian daerah merasa perlu adanya usaha untuk merubah keadaan. Salah satunya Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata yang mengadakan shalat Istisqo bersama di halaman madrasah, Senin, (28/10/2019).

Bukan hanya santri, asatidz, dan dewan guru saja yang melaksanakn shalat istisqo tersebut, beberapa komponen masyarakat sekitar Ponpes pun juga ikut melaksanakan. Demi terlaksananya prosesi shalat istisqo bersama dengan maksimal, pihak sekolah sampai meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah selama satu hari.

Alasan mendasar diakannya shalat istisqo bersama ini bertujuan untuk meminta agar hujan segara diturunkan. Sebab, pasokan air lama-kelamaan semakin mengkhawatirkan.

Menurut Imam Syafi’e selaku ketua Dewan Ma’hadiyah mengungkapkan jika pasokan air di pesantren khusus sekarang masih cukup. Namun jika musim kemarau berjalan terus menerus berkepanjangan stok air di pesantren akan mengkhawatirkan. “Jika terus menerus juga akan menjadi kondisi darurat,” uangkapnya.

Dalam pelaksanaan sholat istisqo akbar itu, yang menjadi imam sholat adalah KH. Mugni Sam’an pengasuh Ponpes Mambaul Ulum Ponjanan Timur dan yang membacakan khotbah adalah KH. Kholil Kawakib pengasuh al-Falah Soddara Pasongsongan.

Menurut KH. Khalil Kawakib diadakannya shalat istisqo bukan hanya perantara minta hujan saja, namun memang sudah menjadi sunnah yang perlu dilaksanakan. “Dalam beberapa kesempatan Rasulullah juga melaksaakan shalat istisqo,” jelas beliau.

Beliau juga berharap jika santri, asatidz, dan juga para patisipan yang hadir melaksanakan shalat istisqo memperbanyak bacaan istigfar dan terus berdoa agar hujan segara turun. “Perbanyaklah Membaca istigfar dan berdoa,” harapnya.

Ali Waffar mengaku jika panas yang dirasaknnya hampir tidak berpengaruh pada konsentasinya dalam melaksanakan shalat istisqo. Hal tersebut disebabkan pada jalannya acara yang berjalan dengan khidmad. “Saya sampai tidak terpengaruh dengan panas yang menyengat,” katanya. (Ris/Jad).