Ngaji Retorika Dakwah; Cetak Da'i Handal Era Milenial

ADMINPESANTREN Selasa, 14 Januari 2020 23:45 WIB
301x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren PEKAN NGAJI 5 Ngaji Retorika Dakwah

Bata-Bata – Pekan Ngaji, event international pada malam kali ini menyelenggarakan seminar bertemakan “Retorika Dakwah”. Menjadi narasumber dalam seminar ini yaitu DR. Farhan. M,Sos.I dan dimoderatori Oleh Ust. Syihabuddin pada hari Selasa (14/01/2020) yang bertempat di halaman madrasah barat (Ponpes Muba).

Santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata menanggapinya dengan antusiasme yang sangat tinggi. Hal ini bisa dibuktikan dari begitu menyimaknya mereka dengan baik mulai dari awal sampai penghujung acara.

Menurut salah satu santri aktif Ponpes Muba yang Bernama Muhammad, seminar bertemakan retorika dakwah sangatlah cocok bagi para santri. Alasannya, para santri itu harus bisa menyampaikan apa yang ia telah dipelajari di pondok. Karena kalau tidak belajar cara beretorika dalam dakwah bagaimana para santri bisa menjadi pendakwah yang baik, menurutnya. Di sisi lain bapak narasumber menyampaikan materinya dengan bahasa yang mudah dimengerti dan menarik untuk para santri. Sehingga peran narasumber di sini juga sangat besar dalam antusiasme santri mengikuti seminar. Dalam sesi penyampaian materinya narasumber menyampaikan bahwa retorika atau bahasa dalam berdakwah sangat penting dan harus benar-benar dikuasai oleh para santri.

“Bahasa dalam dakwah sifatnya sangat penting. Para santri harus bisa menguasai ilmu ini.” semangat beliau menyampaikan materinya. Untuk hal itu di samping beliau memberikan teori dalam bahasa berdakwah, Bapak Farhan – sapaan akrab beliau – memberikan beberapa tips kepada para santri dalam berbicara. “Ada dua tips yang saya akan berikan pada kalian dalam berbicara secara umum. Pertama, adalah intonasi yang baik dan yang kedua adalah bisa berbahasa dengan gerak tubuh atau bahasa non verbal.” tambahnya.

Terakhir, di penghujung acara beliau mengutarakan harapannya pada para santri. “Saya harap kalian semua bisa menjadi da’i-da’i yang hebat. Bisa menjadi teladan bagi umat.,” pungkasnya. (Ris)