Rekonstruksi Retorika Dakwah di Era Kekinian

SAJJAD Selasa, 14 Januari 2020 20:47 WIB
122x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren PEKAN NGAJI 5 Ponpes Muba Putri Ngaji Retorika Dakwah

Bata-Bata - Ketika seseorang berbicara di depan khalayak, tentu orang tersebut harus memiliki cara agar apa yang disampaikan mendapat respon yang baik dari pendengar. Apalagi di era seperti sekarang terdapat banyak kosakata baru yang harus dipahami dan dikuasai oleh seorang pendakwah. Pembicara yang handal harus tau bahasa-bahasa baru yang muncul baru-baru ini, khususnya yang dibicarakan oleh pemuda-pemuda milenial seperti sekarang.

Untuk itu, panitia Pekan Ngaji 5 mengundang Dr. Farhan sebagai pemateri di acara seminar pekan ngaji yang bertempat di mushalla untuk memaparkan materi yang berhubungan dengan retorika (14/01/2020). Pemateri mengungkap penjelasan tentang cara-cara yang harus dilakukan oleh seorang pembicara handal yang akan terjun ke tengah tengah masyarakat yang mana di antara yang beliau sebutkan adalah tidak banyaknya gangguan saat berbicara dan intonasi yang baik serta gerak tubuh yang sesuai. Untuk itu perlu adanya latihan.

Peserta yang jumlahnya sebanyak 3000 santri begitu antusias menyambutnya. Pemateri mengarahkan peserta untuk mengungkapkan apa yang ada dalam otak seseorang agar sesuai dengan apa yang akan disampaikan. Begitu juga tentang bahasa yang sering digunakan pemuda yang sangat akrab terdengar di sekitar seperti galfok, Gj, Santuy dan sebagainya. (Fit/Red).