Ngaji Profesionalitas Guru; Introspeksi Diri Sebelum Menyalahkan Murid

SAJJAD Rabu, 15 Januari 2020 16:50 WIB
186x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren PEKAN NGAJI 5 Ngaji Profesionalitas Guru

Bata-Bata – Sekitar pukul 14.00–16.00 international event Pekan Ngaji 5 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) mengadakan seminar untuk para guru, Rabu (15/01/2020) yang bertempat di aula madrasah barat.

Seminar yang ditujukan pada guru ini bertemakan “Dari guru konvensional menuju guru profesional.” Seminar pada kali ini sifatnya khusus, hanya diperuntukkan bagi semua guru madrasah dari setiap tingkatan. Dalam hal ini pihak panitia seminar tidak tangung-tanggung. Panitia menghadirkan narasumber yang kredibilitasnya sudah tidak diragukan lagi. Narasumber tersebut adalah Bapak Muhammad Karim M.Pd. yang dimoderatori oleh Ustadz Moh. Habibi Jazuli, S.Pd.I.

Sejatinya, dari sekian banyak peserta yang hadir, tidak semuanya berasal dari madrasah Mambaul Ulum Bata-Bata. Ada beberapa peserta yang sengaja hadir dari lembaga lain untuk menimba ilmu pada seminar kali ini. Seperti salah seorang guru dari salah satu lembaga di Daerah Pakong menyampaikan rasa terima kasihnya pada pihak panitia dengan dilaksanakannya acara seminar tersebut. 

“Saya adalah peserta seminar dari luar pesantren. Saya dari Pakong. Ketika saya mendengar ada seminar menjadi guru yang profesional saya langsung tertarik dan menghubungi pihak panitia supaya saya bisa ikut. Karena itu saya ucapkan terimakasih," terang guru yang enggan disebut namanya tersebut. 

Di sisi lain, Narasumber Bapak Karim – sapaan akrab pemateri – menyampaikan materinya dengan gaya bahasa yang humoris sehingga para peserta seminar banyak tertawa dan tidak bosan dengan materi yang disampaikan. Seperti pada salah satu penyampaian beliau yang membuat isi ruang seminar tertawa. “Tidak ada murid yang tidak bisa dididik, yang ada guru yang tidak bisa mendidik,” katanya. 

Menurut beliau yang paling penting dari seorang guru adalah bagaimana guru tersebut menjadi uswah (contoh) yang baik bagi muridnya. “Yang paling penting dari seorang guru bukanlah dari banyaknya materi pelajaran yang diajarkan, melainkan dari banyaknya pendidik memberikan contoh dari pelajaran itu sendiri," ujar beliau pada para peserta.

Di penghujung acara, Bapak Karim mengingatkan pada para guru bahwa ketika kita tidak berhasil mendidik murid maka guru tersebut harus introspeksi. “Kepada para guru semuanya, ketika murid tidak berhasil kalian didik maka introspeksi terlebih dahulu sebelum menyalahkan murid yang kalian didik," tambahnya. (Ris)