IMABA Pamekasan Turut Semarakkan Pekan Ngaji 5 dengan Seminar Internasional

ADMINPESANTREN Kamis, 16 Januari 2020 13:33 WIB
161x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren PEKAN NGAJI 5 Imaba Pamekasan

Bata-Bata – Dalam rangka menyemarakkan Pekan Ngaji 5 di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Desa Panaan, Kec. Palengaan, Kab. Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur, Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) Pamekasan gelar seminar internasional dengan mengundang pemateri dari luar negeri pada Kamis, (16/01/2020) di gedung PKP-RI Pamekasan.

Seminar internasional bertemakan “Kajian Historis Perjuangan Kaum Sunni Di Asia Tenggara” tersebut, panitia acara mengundang pemateri dari luar negeri, yaitu Dr. H. Hambali bin H. Jalil dari Brunei Darussalam. Selain itu juga mengundang Dr. H. Mohammad Hasan, M.Ag dari Ponpes Al-Hikam Kemayoran Kota Bangkalan.

 Untuk mengadakan acara tersebut kepanitiaan Imaba dari jauh-jauh hari sudah melakukan persiapan demi kesusksean acara. Adapun yang hadir pada saat itu tidak hanya dari Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) saja, melainkan dari kalangan mahasiswa dan santri dari pondok pesantren yang ada di Madura, seperti Ponpes Al-Amin Sumenep, Ponpes Darul Ulum Banyuanyar dan pondok pesantren yang lain.

Acara tersebut dikonsep menjadi dua bagian, petama acara formal yang di dalamnya diisi dengan pembukaan, pembacaan kalam ilahi, sambutan, dan penutup. Sedangkan di bagian kedua diisi dengan seminar. IMABA sudah ketiga kalinya mengadakan seminar yang tujuannya menyuarakan adanya Pekan Ngaji yang digelar di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata.

Usman selaku ketua panitia pada acara tersebut memaparkan tujuan diadakannya seminar internasional saat mengisi sambutan. “Tujuan acara ini tidak hanya dalam rangka menyemarakkan Pekan Ngaji di Pondok Bata-Bata. Akan tetapi memberikan ilmu baru kepada masyarakat sekitar dan khalayak umum” tukas pria berdarah kota Pamekasan itu. Berbeda dengan yang disampaikan oleh ketua DPW Imaba A. Kholilur Rahman Bakir. “Selain Imaba mengabdi kepada Pondok Bata-Bata. Imaba juga bertujuan mencerdaskan anak bangsa yang salah satunya dengan mengadakan seminar seperti ini.” tukasnya.

Pada hari yang sama, sejatinya tidak hanya Imaba Pamekasan saja yang mengadakan seminar. Namun Imaba Surabaya dan Kalimantan Barat juga sedang mengadakan seminar. Hal itu disampaikan oleh Presidium DPP Imaba KH. Abdul Adhim, M.Fil pada saat mengisi sambutan di acara tersebut.

Ust. Ahmadi Nahrawi, S.H.I selaku Dewan Ma'hadiyah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata juga memberikan sambutan di acara tersebut. Pria lulusan STAI Imam Syafi'ie Cianjur itu menyampaikan ucapan terimakasih kepada Imaba pada umumnya. Karena sudah melakukan gebrakan yang luar biasa dengan adanya seminar yang diadakan di berbagai kota. Tidak hanya itu yang disampaikan, beliau juga memberitahu kepada seluruh undangan yang hadir saat itu bahwasanya, “Ikatan Mahasiswa Bata-Bata yang disingkat dengan (Imaba) tidak hanya ada di Madura atau di Indonesia. Akan tetapi Imaba sudah menyebar di berbagai negara seperti Turki, Brunei Darussalam, Malaysia, Mesir, dan masih banyak lainnya.

Seminar kemudian berlangsung dengan lancar dan kondusif. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti seminar tersebut. Hal itu seiring banyaknya yang ingin bertanya. Salah satu penanya dari Universitas Islam Madura, Abdul Latuf asal Sumenep itu mananyakan seputar eksistensi Islam radikal. Pertanyaan itu dijawab langsung oleh Dr. Hasan bahwa dalam Islam tidak ada istilah radikalisme. Selain itu Bapak Hambali menambahkan jawabannya. “Juga dalam penyebaran Islam tidak radikal, kalaupun itu ada bukan agama Islam yang radikal tapi oknum. Kalaupun ada setiap agama pasti ada, bukan agama islam saja, seperti Hindu, Katolik, Protestan itu ada.” Jawabnya dengan tegas.

Diakhir diskusi Dr. Hambali menjawab dan menegaskan bahwasanya Sunni tidaklah lahir dari Syi’ah. Melainkan Sunni ada dengan sendirinya tanpa ada campur tangan dari Syi’ah. “Sekali lagi saye tegaskan Sunni tidak lahir dari Syi’ah”, tegasnya. (Aruf)