Imaba Surabaya Semarakkan Pekan Ngaji 5 dengan Seminar Internasional

SAJJAD Kamis, 16 Januari 2020 20:36 WIB
354x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren PEKAN NGAJI 5 Imaba Surabaya Seminar Internasional

Bata-Bata - Pekan Ngaji sebagai event tahunan yang digagas oleh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata pada tahun kelima ini tidak hanya berlangsung di Madura saja. IMABA (Ikatan Mahasiswa Bata-Bata) Surabaya selaku salah satu oganisasi alumni pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata juga ikut menyemarakkan international event tersebut dengan menyelenggarakan seminar Internasional pada Kamis, (16/01).

Acara yang menghadirkan 3 narasumber sekaligus yakni dari Kemenag Jawa Timur, Ketua Prodi Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya, serta pemateri Internasional yang didatangkan dari Malaysia tersebut berlangsung dari pukul 08:00 – 13:00 WIB di Auditoriun UIN Sunan Ampel Surabaya. 

“Polemik Pernikahan Dini dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif” menjadi tema pokok yang dikaji dalam seminar tersebut. Amanulloh, selaku pemateri memberikan pemahaman bahwa dalam peraturan perundang-undangan terkait perkawinan menyebutkan bahwa pada peraturan terbaru tahun 2019 lalu salah satu dispensasi seseorang diperbolehkan menikah di bawah umur yakni apabila ia sudah merasa mampu baik secara fisik maupun psikis. Bukan hanya perihal alasan-alasan yang mendesak saja sebagaimana peraturan sebelumnya. 

Umur 18 tahun menjadi usia minimal seseorang boleh menikah sebagaimana peraturan yang ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi, bahkan menurut BKKBN, usia ideal untuk menikah adalah pada umur 20 tahun.

Dimana usia tersebut merupakan awal masa dewasa  bagi pria dan wanita yang tentunya selain fisik, kematangan psikis dan emosi sudah mulai terbentuk. Achmad Syauqi, selaku Koordinator Wilayah IMABA Surabaya mengungkapkan, “Melalui seminar internasional ini kami ingin memberikan pemahaman kepada generasi muda khususnya dalam perspektif hukum yang berlaku terkait dampak pernikahan dini seperti halnya perceraian, pertengkaran dan ketidakharmonisan dalam rumah tangga," ungkapnya. 

"Kami juga berharap acara ini sebagai salah satu bentuk pengabdian ke pondok Bata-Bata dan partisipasi IMABA Surabaya dalam Pekan Ngaji 5”, tambah Zainullah, Wakil Koordinator Wilayah IMABA Surabaya saat diwawancarai. (Mas/Ans)