Santri Kembali ke Pesantren, Jalani Protokol Pecegahan COVID-19

ADMINPESANTREN Ahad, 7 Juni 2020 16:48 WIB
2395x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren SATCOR

Bata-Bata – Dalam menyikapi kembalinya santri ke pondok pesantren agar sesuai dengan protokol standar pencegahan COVID 19, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) membentuk Satgas Anti Corona (SATCOR) beberapa hari yang lalu. Sebagaimana surat edaran yang telah diterbitkan, santri kembali ke pondok pesantren pada hari ini, Ahad (07/06/2020) untuk putra, dan besok, Senin (08/06/2020) untuk putri.

SATCOR Ponpes Muba dari awal sudah menyiapkan mekanisme kembalinya santri ke pondok pesantren melalui surat edaran yang sudah disebar luaskan kepada para wali santri. Ustadz Imam Syafi’ie selaku ketua pelaksana menuturkan bahwa di dalam surat edaran telah diatur tata cara dan mekanisme yang disesuaikan dengan protokol pencegahan COVID-19. “Kami sudah sampaikan di surat edaran agar santri dan pengantar menggunakan masker. Kami juga sudah siapkan 8 tempat cuci tangan, 5 tempat untuk cek suhu tubuh dengan prinsip physical dan social distancing”, jelasnya.

Beliau turut menjelaskan lebih rinci terkait teknis pemeriksaan suhu tubuh yang berlangsung di lokasi cek point hingga santri tiba di asrama masing-masing. “Setibanya santri di lokasi, santri dan pengantar kami minta untuk cuci tangan terlebih dahulu, dan dilanjutkan menuju area cek point untuk diperiksa suhu tubuhnya. Bagi yang suhu tubuhnya normal akan lanjut menyetorkan segala persyaratan administrasi yang diminta seperti surat pernyataan yang ditanda tangani oleh wali dan kepala desa serta surat jalan liburan pesantren. Kemudian diakhiri dengan mencelupkan jari ke dalam tinta sebagai bukti lolos dan langsung menuju ke asrama masing-masing melalui jalur khusus. Sementara bagi santri yang suhu tubuhnya di atas normal, ditempatkan di ruang sterilisasi sementara untuk istirahat, kemudian dilakukan pengecekan suhu tubuh kembali. Jikalau suhu tubuhnya normal, dilanjutkan ke proses selengkapnya. Sementara jika masih tetap, maka akan dibawa ke ruang JPKS Pondok Pesantren untuk isolasi mandiri dan ditangani oleh petugas kesehatan”, urainya.

Sementara itu, bagi wali yang mengantarkan, oleh pihak pelaksana hanya diperkenankan mengantar sampai halaman madrasah. Setelah melalui pemeriksaan kesehatan, pengantar diminta untuk putar balik dan dipersilakan pulang. “Pengantar hanya kami batasi sampai halaman madrasah. Setelah menjalani pemeriksaan, mereka kami persilakan untuk meninggalkan lokasi secara tertib. Hal ini untuk menghindari terjadinya kerumunan orang ataupun padatnya kendaraan” pungkas Ustadz yang juga merupakan Ketua Dewan Ma’hadiyah tersebut. (Ans)