Ponpes Bata-Bata Sebagai Pesantren Tangguh Pertama Di Pamekasan

HAFIDZ Sabtu, 13 Juni 2020 15:49 WIB
4047x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Satgas Covid 19 Muba

Bata-Bata - Pihak Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan melakukan pemasangan baliho dan banner taat protokol pencegahan Covid-19 di berbagai titik keramaian serta layanan umum meliputi posko keamanan, dapur santri, kantor siaga covid-19, dan klinik kesehatan pesantren serta gapura selamat datang di kawasan "Pesantren Tangguh" Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Panaan, Palengaan, Pamekasan, Madura. (Sabtu,13/06/2020)

Hal ini dilakukan sebagai follow up dari program "Pesantren Tangguh" dimana Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata menjadi yang pertama dan tersiap dalam menghadapi kembalinya santri ke Pesantren dalam masa pandemi sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Menurut Kasatbimas Polres Pamekasan, Bambang, "Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata merupakan pesantren pertama yang kami datangi di Pamekasan untuk pemasangan slogan dan peringatan untuk tetap taat protokol pencegahan covid-19", pungkasnya. "Sejauh ini Bata-Bata sudah menjadi pesantren tangguh pertama di Pamekasan, hingga nanti dapat dijadikan contoh pesantren lain dalam menerapkan kegiatan sesuai protokol pencegahan Covid-19", imbuhnya.

Seperti diketahui, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan untuk menghindarkan pesantren menjadi cluster baru, jauh-jauh hari sebelumnya Bata-Bata sudah membentuk Satgas Anti Corona (Satcor) yang ditugaskan untuk merencanakan, melaksanakan, serta memberikan informasi terkait prosedur dan mekanisme kembalinya santri di masa pandemi. Semuanya disesuaikan dengan standar protokol pencegahan Covid-19.

Sementara itu menurut Mustafa Afif, Jubir Satgas Anti Corona (Satcor) Bata-Bata, "Tidak hanya ketika kembalinya santri, nantinya Bata-Bata juga akan melakukan new normal dalam menjalani kehidupan sehari-hari di Pesantren" jelasnya. "Mulai dari santri, keamanan, ustadz, tamu, bahkan para pedagang sekalipun nantinya kami himbau untuk taat protokol pencegahan covid-19, yaitu wajib memakai masker, sering cuci tangan menggunakan sabun, mekanisme cek suhu tubuh, serta sebisa mungkin menerapkan physical and social distancing", tambahnya.

Tentu saja ini adalah apresiasi yang baik. Tapi jauh lebih dari itu, semua pihak harus saling mendukung dan bekerjasama. Pendidikan harus tetap berjalan, tentu saja disesuaikan dengan protokol kesehatan dan konsep "new normal". "Hampir 10.000 santri sudah kembali ke Bata-Bata dan alhamdulilah semuanya berjalan lancar sesuai mekanisme protokol pencegahan Covid-19. Saat ini upaya kita tinggal berdoa, semoga pandemi ini diangkat oleh Allah SWT dan kita bebas dari Corona, maupun Karèna", tutupnya. (fief/kin)