Segudang Hikmah Ibadah Qurban

ADMINPESANTREN Selasa, 28 Juli 2020 06:42 WIB
423x ditampilkan Galeri Headline Opini Santri

Oleh : Achmad Sajjad Ahsanul Abidin*

Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, yaitu hari raya idul adha. Dimana di hari itu dan hari tasyrik setelahnya, dilakukan penyembelihan hewan qurban. Ibadah qurban memiliki pesan moral yang sangat mendalam, seperti pesan yang terkandung dalam makna bahasanya. Qurb atau qurban berarti “dekat” dengan imbuhan an (alif dan nun) yang mengandung arti “kesempurnaan”. Sehingga qurban yang diindonesiakan dengan “kurban” memiliki arti “kedekatan yang sempurna”. Kata qurban berada di beberapa tempat dalam Al-Qur’an, di antaranya pada Q.S Al-Ma’idah /5:27, Al-Ahqaf /45:25, dan Ali Imran /3:183. Sedangkan pengertian qurban sendiri adalah penyembelihan binatang tertentu yang dilakukan pada hari raya idul adha dan tiga hari sesudahnya (hari tasyrik), yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam ilmu fiqih, qurban juga disebut dengan udhhiyah (karena dilaksanakan hanya dalam suasana Idul Adha), juga berasal dari kata dahwah atau dhuha (waktu dimana matahari sedang naik di pagi hari), karena penyembelihan hewan kurban dilaksanakan biasanya pada waktu dhuha. Dari kata dahwah atau duha tersebut diambillah kata daahiyah yang bentuk jamaknya udhhiyah.

Di dalam ibadah qurban terkandung banyak hikmah dan keutamaan. Pertama, kebaikan dari setiap helai bulu hewan qurban. Dari Zaid Ibnu Irkam, ia berkata atau mereka berkata: ”Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah SAW menjawab: ”Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim”. Mereka bertanya, “Apa keutamaan yang akan kami peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Setiap satu helai rambutnya adalah satu keutamaan”. Mereka bertanya kembali, “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah SAW menjawab, “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah].

 Hikmah dan keutamaan yang ke dua adalah ibadah qurban merupakan salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah SWT. Dari Aisyah, Rasululllah SAW  bersabda, “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban (idul adha) yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah - sebagai qurban - dimanapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai di tanah, maka ikhlaskanlah penyembelihannya.” [HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan: hadis ini adalah gharib].

Hikmah ketiga, ibadah qurban membawa misi kepedulian sesama, membahagiakan kaum dhuafa. “Hari raya qurban adalah hari untuk makan, minum, dan dzikir kepada Allah SWT” [HR. Muslim]. Hikmah dan keutamaan qurban yang keempat, berqurban adalah salah satu ibadah yang utama. “Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah” [Q.S. surah Al- Kautsar ayat 2].

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagaimana dalam Majmuk Fatawa (16/531-532), ketika menafsirkan ayat kedua dari surah Al-Kautsar menguraikan “Allah SWT memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini, yaitu sholat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub dan tawadhu’. Merasa butuh kepada Allah SWT, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah SWT, janji perintah serta keutamaan-Nya”. Katakanlah sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, tuhan semesta alam. [QS.Al- An’am : 162]. Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah berqurban, sedangkan ibadah badan yang paling mulia adalah sholat....”

Hikmah yang kelima yaitu mengenang ujian kecintaan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim as. “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim”,  Ibrahim berkata, “Hai Anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ismail menjawab, “Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia, “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sesembelihan yang besar.” [QS. Ash Shaffat: 102-107].

Dengan contoh yang ditunjukkan oleh nabi Ibrahim as dan nabi Ismail as, diharapkan setiap muslim jangan sampai terpenjara oleh keindahan dunia (harta dan kedudukan) secara berlebihan dan membawa dirinya lupa kepada hakikat dan tujuan hidupnya yang sejati yaitu mendapat kerido’an dari Allah SWT.

Subhanallah begitu banyak hikmah yang terkandung dalam ibadah qurban dan itu hanyalah beberapa hikmah, sehingga masih banyak lagi hikmah-hikmah yang terkandung dalam ibadah qurban tersebut, begitu pula dengan keutamaan-keutamaannya yag begitu besar. Wahai ikhwah! Semoga Allah SWT memberikan keluasan rizki kepada kita dan senantiasa memenuhi dan menerima amal ibadah kita. Aamiin.....

* Penulis adalah santri aktif Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata sekaligus Manager di Bata-Bata English Center masa bakti 2020/2021.