Pak Said; Bila Hati Terkesan, Saya Akan Tertawa

ADMINPESANTREN Rabu, 29 Juli 2020 22:43 WIB
610x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren

Bata-Bata – Pagelaran Lomba Gema Takbir Idul Adha selalu menghadirkan hal baru setiap tahunnya. Tahun ini, pihak panitia mengadakan lomba yang terkesan unik dan menggelikan yaitu lomba membuat tertawa “Pak Said”. Lomba yang mengundang gelak tawa santri tersebut dilaksanakan mulai Selasa-Jumat (28-31/08/2020) di lapangan selatan Daerah S.

Sebagaimana maklum di kalangan santri, Bapak Said atau yang akrab dikenal dengan nama “Pak Songot” merupakan bapak penjaga gerbang madrasah barat yang terkenal sangar dan sering menghukum santri apabila datang terlambat. Pada kesempatan lomba Getaria kali ini, beliau sengaja diundang untuk menjadi objek roasting santri guna membuatnya tertawa.

Di samping itu, lomba ini sejatinya merupakan dauh langsung dari Dewan A'wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba), RH. Moh. Thohir AH. “Lomba ini murni dauh dari Dewan A'wan, RH. Moh. Thohir AH. Beliau bahkan menyampaikan pagelaran lomba ini saat mengisi kajian tafsir di mushalla”, ungkap ketua panitia Getaria, Ustadz Abdullah.

Secara teknis, setiap daerah atau badan otonom berhak mengutus satu sampai dua orang untuk membuat tertawa Pak Said di atas panggung, baik dengan cara roasting, bercerita, akting, mimik, bahkan hingga mengejek Pak Said. Peserta hanya tidak diperbolehkan menyentuh anggota badan Pak Said dan tidak mengumpat dengan kata-kata kasar. “Setiap delegasi kami beri waktu 5 menit untuk membuat Pak Said tertawa. Peserta dapat beraksi dalam bentuk apapun asal tidak menganggu dan mengumpat dengan kata-kata kotor”, jelas Ustadz Ismail Marzuki selaku koordinator lomba ini.

Sementara, Bapak Said sendiri mengungkapkan rasa senang karena dipercaya bahkan ditunjuk untuk ikut andil dalam perlombaan Getaria, “Selama saya dibutuhkan Bata-Bata, saya akan sangat senang membantu. Panitia sudah pesan barusan agar saya bisa menahan tawa, tapi jika peserta mampu membuat hati saya terkesan, disitulah saya akan tertawa”, paparnya dengan sumringah dan logat Maduranya yang khas. (Ans)