Belajar Bersama Saudara, Ponpes Mambaul Ulum Bira Timur

ADMINPESANTREN Kamis, 3 September 2020 21:50 WIB
578x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren

Bata-Bata – Untuk mempererat tali silaturrahmi antara Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) dan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bira Timur, diadakan studi banding atau sharing pengalaman antara BBEC (Bata Bata English Centre) dengan BREC (Birowi English Centre) pada Kamis malam (03/09/2020) di halaman markaz BBEC.

Sekitar 9 santri dari rombongan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bira Timur berkunjung ke markaz BBEC yang disambut hangat oleh 28 staff dari BBEC dan ABED. Pada kesempatan tersebut, pihak BBEC dan ABED terlebih dahulu memaparkan program dan target pencapaian belajar selama masa kursus. Ditambah pula dengan unjuk kebolehan dari beberapa peserta kursus BBEC maupun ABED baik dalam hal berbicara bahasa Inggris dan menerjemahkan kitab Safinah dengan Bahasa Inggris.

Tujuan diadakannya studi banding ini untuk menambah wawasan dan mempererat hubungan antar instansi bahasa dari kedua pesantren tersebut. “Sharing sih, biar kita saling mengenal juga, karena kita adalah saudara”, kata Salman Al-Farisi salah seorang tutor di BBEC. Di lain pihak, salah seorang rombongan dari Ponpes Mambaul Ulum Bira Timur begitu antusias menyimak pemaparan program dan hasil pencapaian yang diperoleh selama masa kursus, “Bagus sekali program dan output yang dihasilkan, semoga kami bisa mencontoh pencapaian yang sudah ada disini”, ujar salah seorang staff BREC yang enggan disebut namanya.

Selain BBEC, badan otonom lainnya seperti Lembaga Pengembangan Bahasa Arab (LPBA), Korea Indonesia (KORNE), Ribben Tionghoa Centre (RTC), Bahasa Eropa (DELF) bahkan Prakom turut mendapatkan kunjungan studi dari Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bira Timur. Berdasarkan informasi yang didapat redaksi dari salah seorang pengantar rombongan dari Bira Timur, setidaknya ada 60 santri yang ikut serta dalam agenda studi banding tersebut, “Kurang lebih 60 santri, dan sengaja kami sebar ke beberapa badan otonom yang ada disini”, tutur pria yang juga merupakan guru tugas Ponpes Muba tersebut. (Hur)