Mahasiswa PKN Gelar Seminar Bertajuk Literasi

ADMINPESANTREN Kamis, 3 September 2020 17:26 WIB
418x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Kasi Literasi Dan Informasi

Bata-Bata – Segenap jajaran mahasiswa Praktik Kerja Nyata (PKN) XXV Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan menyelenggarakan seminar bertemakan “Literasi, Satu Langkah Mengenal Dunia”. Seminar tersebut digelar di pelataran Aula Perpustakaan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Kamis sore, (03/09/20).

Dalam sambutannya, Ustadz Khoirul Anam selaku Koordinator PKN posko 17 menyatakan bahwa tema yang diusung dalam seminar ini terinspirasi dari Surah Al-Alaq, “Manusia memiliki dua kemampuan yakni Iqra’ dan Allama bil al-qalam (red. baca dan tulis),” terangnya. Beliau juga mewanti-wanti agar para santri tetap semangat dalam berliterasi, “Saya begitu khawatir ditinjau ghiroh santri akan literasi begitu krisis,” tegas pria yang yang juga merupakan Ketua HMPS IAT tersebut.

Seminar ini selain bertujuan untuk mengembalikan minat santri akan literasi juga sekaligus dalam rangka penutupan dan perpisahan mahasiswa PKN “Sampai jumpa dan semoga kita dapat bertemu kembali dan belajar bersama,” seru panitia disambut rasa haru peserta seminar.

Ketua Dewan Ma’hadiyah, Ustadz Nurul Hidayat juga berharap selaras dengan apa yang telah diharapkan panitia. Beliau menyatakan bahwa literasi memegang kendali akan suatu peradaban, lebih-lebih peradaban pesantren, “Pesantren apabila ingin maju maka perbaiki lebih dulu literasinya”, terangnya di sela-sela sambutan. Kecintaan beliau sekaligus bukti nyata untuk memajukan literasi terbukti dengan berbagai manuver planning ke depannya, “Saya akan membuat sebuah acara khusus literasi di pondok ini setiap akhir bulan yang nantinya sekaligus penobatan Duta Literasi Pesantren,” pungkasnya.

Dalam seminar tersebut ada dua tokoh yang bertindak sebagai pemateri yaitu Abdul Ghaffar,  seorang dosen kebanggaan Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan yang benar-benar berkecimpung dalam dunia literasi. Disusul pemateri kedua yakni Moh Subhan yang mana selaku Ketua Biro Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Sedangkan yang bertindak sebagai moderator untuk menemani pemateri yakni Ka.bid Literasi dan Informasi Pondok Pesantren, Ustadz Fauzan Syakir.

Dalam pemaparannya, Abdul Ghaffar selaku pemateri pertama memaparkan berbagai varian tips bagaimana memunculkan dan mengembangkan minat baca  dan tulis santri. Menurut beliau menulis sesuatu yang gampang-gampang sulit, sulit dikarenakan belum terbiasa, “Jadikan menulis sebagai habbit (kebiasaan)!,” saran lulusan pasca sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut. Beliau juga berharap para santri tidak lemah ghiroh literasinya, “Saya ingin para santri bisa jadi kader baru akan masa kejayaan literasi di masa khalifah Harun ar-Rasyid silam,” harap beliau sebelum menutup materi.

Di segmen selanjutnya, Moh Subhan sebagai pemateri kedua mengajak para santri agar mau memulai, “Jangan takut untuk memulai!,” seru pria yang akrab disapa Subhan tersebut. Beliau juga berharap agar para santri tidak down (red. lemah mental) hanya dikarenakan berasal dari kaum sarung, “Saya juga mantan santri, namun saya berani memulai”, pungkasnya. (Fud)