Pendidikan, Kunci Sukses Bangsa Ini

ADMINPESANTREN Selasa, 15 September 2020 07:30 WIB
23x ditampilkan Galeri Headline Artikel Ilmiyah Opini Santri

Oleh : M. Rizel*

Berbicara tentang pendidikan, semua kalangan pasti sepakat bahwa ia menjadi salah satu ujung tombak dari moralitas suatu bangsa dan negara. Peradaban moral suatu bangsa akan maju jika pendidikannya menjadi prioritas terdepan. Dalam undang-undang dasar 1945 telah diamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu semakin hari, bangsa Indonesia harus semakin semangat dalam belajar, bukan malah sebaliknya. Apabila generasi muda Indonesia mau berbenah dan meningkatkan kegiatan belajarnya, maka Indonesia akan menjadi negara yang maju pesat menyamai negara-negara lain yang sudah bangkit dari kebodohan dan kental akan pendidikan dan pengetahuan.

Terkadang masalah ekonomi memang menjadi beban utama yang bisa menghambat generasi milenial ini untuk bisa melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Namun tidak jarang pula kita jumpai oknum kaya, berharta, mampu melanjutkan pendidikannya dari aspek finansial, tetapi malah memutus masa belajarnya lantaran kurang keinginan dan cita-cita yang terbilang absurd.

Agar hal demikian tidak menjadi kebiasaan buruk, generasi milenial harus mempersiapkan cita-cita yang kelak menjadi tujuan hidupnya. Jika bangsa ini mempunyai cita-cita yang tinggi dan jelas, masalah ekonomi tidak akan lagi menjadi alasan primordial. Teringat salah satu dawuh murabbi ruhi, “Kemiskinan, penderitaan mungkin memang beban bagi pendidikan. Tapi kemiskinan dan penderitaan bukan alasan untuk tidak berpendidikan”. Prinsip sedemikian rupa berupaya mengentaskan pesimisme sebagian orang dengan latar belakang kehidupan pedesaan yang dibebani kemiskinan.

Kesuksesan tidak bisa diibaratkan dengan makanan yang bisa dibeli kapan saja dan dimana saja dengan hanya bermodalkan rupiah. Jika pendidikan cukup dinominalkan dengan uang, begitu rendahnya martabat bangsa ini. Kalaupun demikian, generasi bangsa akan mengalami tekanan dan penuh kekhawatiran. Mereka tidak akan lagi berani bermimpi, bercita-cita, atau hanya sekedar bercerita soal pendidikan. Banyak sekali orang-orang hebat di negeri ini dengan latar pendidikan yang maju, meskipun berasal dari keluarga yang tidak mampu.

Mari berusaha untuk menjadi generasi yang berpendidikan. Tanpa pendidikan, negara ini tidak akan pernah bisa menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Petinggi negara dan masyarakat harus saling bahu-membahu dalam mewujudkannya. Pendidikan di Indonesia sudah dilindungi dan diatur oleh sekian banyak pasal dan perundang-undangan. Sebut saja peraturan tentang pendidikan yang telah disebutkan dalam undang-undang dasar 1945 pasal 31 dan 32. Pasal 31 membahas tentang pendidikan di Indonesia sedangkan pasal 32 membahas tentang kebudayaan. Dalam pasal 31 itu dijelaskan bahwa: [1] Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. [2] Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Dengan itu, pendidikan merupakan kebutuhan bagi mahluk yang bernama manusia. Oleh karenanya, anak bangsa harus bisa menjadikan negara ini mengalami perubahan yang awalnya hanya negara berkembang menjadi negara maju yang anti kebodohan dan kemiskinan bermodalkan pendidikan.

Apalagi dengan realitas generasi bangsa yang cukup besar dari kalangan santri. Santri harus menjadi generasi terdepan dalam membangun dan memajukan negara tercinta ini. Sebab, pada dasarnya pesantren merupakan suatu lembaga yang sangat diharapkan oleh semua kalangan untuk menata dan memperbaiki tata kelola kehidupan, tanpa terkecuali kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu pesantren juga merupakan tempat belajar guna menghasilkan output yang tidak diragukan lagi akan kemampuannya. Seperti halnya KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan yang merupakan pendiri dua ormas terbesar di negara Indonesia, yakni Nahdzatul Ulama dan Muhammadiyah. Selain beliau berdua, masih banyak lagi tokoh-tokoh hebat lainnya yang merupakan jebolan pesantren. Kalangan santri diharapkan mampu menunjukkan eksistensinya dengan harapan dapat memberikan perubahan positif di Indonesia, sehingga membuat Indonesia dihargai di mata dunia.

Jika seandainya semua penduduk yang ada di Indonesia ini mengibaratkan pendidikan seperti halnya nafas yang senantiasa dibutuhkan setiap saat, maka Indonesia seyogyanya sudah maju dari dulu. Berdasarkan undang-undang pemerintah sebagaimana disebut di atas, pemerintah Indonesia telah membebaskan rakyatnya mengenyam pendidikan setinggi-tingginya dengan biaya menjadi tanggung jawab pemerintah. Bangsa harus mengerti bahwa kemajuan tidak akan mudah diperoleh tanpa kedigdayaan sistem pendidikan yang mengakar.

Dalam memompa semangat belajar, bangsa Indonesia harus yakin bahwa ilmu pengetahuan adalah sebagai pondasi kehidupan dan alur yang terbaik untuk bisa menjadikan negara kita ini menjadi negara maju dan mampu dalam menghadapi tantangan dan rintangan yang ada. Jangan lupa, bahwa sehebat apapun bangsa ini nantinya, tugas seluruh elemen masyarakatnya bukan untuk bersenang-senang dengan kekuasaan yang telah diamanahkan, namun berupaya senantiasa berjuang untuk negara bermodalkan ilmu pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki.

Teringat dengan ucapan seorang guru yang mengatakan “Jangan pernah merasa puas dengan apa yang dicapai hari ini.” Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus sadar bahwa kebaikan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia berada di tangan mereka semua selaku generasinya. Perlu semua ingat bahwa ilmu terbaik tentunya adalah ilmu yang diamalkan, terlebih jika kebermanfaatan ilmu tersebut tidak hanya dirasakan oleh si pemilik ilmu, namun juga dapat menjadi udara yang segar bagi masyarakat secara luas.

*Siswa Kelas XI SMKS Mambaul Ulum Bata-Bata Jurusan Teknik Audio Video (TAV)