Semarak Malam Literasi Santri

ADMINPESANTREN Selasa, 29 September 2020 06:38 WIB
573x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Kasi Literasi Dan Informasi

Bata-Bata – Dalam upaya mencetak santri yang cinta terhadap literasi, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) menggelar acara Malam Literasi Santri dengan tajuk presentasi 50 kitab dan buku ilmiah. Acara tersebut diletakkan di lapangan Daerah S, Senin malam (28/ 09/2020).

Pagelaran acara ini berlangsung  dengan sukses dan meriah. Meski tidak didesain dengan formal, acara tersebut justru mendapat antusiasme santri yang begitu besar. Hal tersebut disebabkan oleh desain acara yang terbilang rileks dan pembawaan menarik dari host acara. Ustadz Zainullah yang bertindak sebagai host pada acara tersebut berorasi di hadapan semua santri untuk terus semangat dalam membaca dan menulis, “Kalian semua ini harus lebih semangat lagi dalam membaca buku. Karena dengan membaca kita bisa mengenal dunia, dan kalau kalian ingin dikenal oleh dunia, maka kalian harus berkarya,” ucap ustadz yang juga merupakan seksi Literasi dan Informasi Ponpes Muba tersebut di prolog acara.

Selain ustadz Zainullah, Ustadz Nurul Hidayat selaku ketua umum Dewan Ma’hadiyah Ponpes Muba, turut menyambut baik acara tersebut dan menghimbau kepada semua santri untuk terus membudidayakan literasi, “Literasi itu sangat penting. Dengan literasi kita bisa merubah peradaban dunia,” ungkapnya.

Ustadz yang juga merupakan eks Presiden Mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan itu juga memotivasi santri dengan cara bercerita tentang cendekiawan muslim yang dulunya mendapatkan hadiah emas sesuai dengan berat timbangan karyanya. “Pada zaman dahulu, cendekiawan muslim yang mempunyai karya, oleh pemerintah diberikan hadiah emas sesuai dengan berat timbangan karyanya. Hal itu menunjukkan bahwa dalam riwayat sejarah kita, sejarah umat Islam, literasi menjadi sangat diperhatikan dan dihargai,” imbuhnya.

Di akhir sambutannya, beliau juga menegaskan bahwa membaca adalah pesan pertama yang Allah turunkan kepada Nabi. “Terus kobarkan api semangat kalian dalam membaca buku. Karena membaca merupakan pesan yang pertama kali Allah turunkan kepada Nabi,” pungkasnya.

Peserta dalam acara ini berlaku bagi semua santri aktif Ponpes Muba secara umum, mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah hingga yang berstatus sebagai mahasiswa, semuanya diperbolehkan untuk mengikuti presentasi buku. “Acara ini dibuka untuk umum, tidak memandang kelas ataupun usia, tidak memandang jabatan ataupun kalangan, baik ia dari kalangan siswa, mahasiswa, asatidz, keamanan, abdi, yang intinya malam ini menjadi malam pesta bagi seluruh warga pesantren yang mencintai literasi,” jelas salah seorang panitia saat ditanyai oleh redaksi.

Adapun jumlah peserta yang mendaftar dalam acara presentasi buku tersebut berjumlah lima puluh orang. Menariknya, hampir separuh dari peserta tidak hanya mempresentasikan buku-buku ilmiah, melainkan mempresentasikan kitab-kitab turats dari berbagai disiplin ilmu seperti, Tafsir Ayatul Ahkam, Madzahibul Arba’ah, Rokhikul Makhtum, Fathul Wahhab, Alfiyah Ibnu Malik, dan kitab-kitab lainnya.

Rosi Hidayat sebagai salah seorang peserta presentasi buku mengaku sangat gembira dengan digelarnya acara tersebut, “Jujur, saya pribadi sangat gembira ketika mendengar pesantren mengadakan acara Malam Literasi Santri dengan tajuk presentasi buku. Sebab bagi santri yang memang semangat dalam membaca buku, hal itu pastinya akan menarik minat mereka untuk mendaftar,” ungkapnya.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang didapat redaksi dari Kasi Literasi dan Informasi, Ustadz Moh. Abdul Majid Al Ansori, acara Malam Literasi Santri akan diagendakan rutin setiap bulan dengan tajuk acara yang bervariasi, “Bulan ini dikemas dengan presentasi buku. Bisa jadi di bulan-bulan berikutnya kami selingi dengan debat pendidikan, pembacaan puisi, dan sebagainya. Selain itu, di setiap bulannya kami juga mengadakan pemberian reward kepada santri-santri yang karyanya berhasil dimuat di media resmi pesantren ataupun media non pesantren”, jelasnya. (Zal)