KMB V IMABA Yogyakarta, Bukan Hanya Kaderisasi

ADMINPESANTREN Ahad, 11 Oktober 2020 20:07 WIB
356x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren

Bata-Bata – Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (DPW IMABA) Yogyakarta kembali mengadakan kaderisasi tingkat formal atau yang disebut dengan KMB V (Kaderisasi Mahasiswa Bata-Bata Yang ke- 5) dengan tema “Membentuk Anggota Yang Beradab, Berintelektual, serta Berjiwa Sosial”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (10/10/2020) di PKBM Bina Karya Yogyakarta, Kecamatan Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara tersebut berlangsung selama dua hari satu malam, dengan berbagai materi yang disampaikan, seperti ke-IMABA-an, kepemimpinan, manajemen organisasi, kebangsaan serta teknik lobi dan sidang. Sesudah materi disampaikan, dilanjutkan dengan FGD (Forum Group Discussion).

Ketua panitia KMB V, yakni teretan Samhaji menyampaikan, “KMB adalah adalah acara yang sakral di IMABA, dan mengharapkan kepada anggota KMB V untuk terus semangat dalam menjalani kegiatan kaderisasi formal ini.”

Di lanjutkan Koordinator Wilayah IMABA Yogyakarta yakni Taretan Miftahul Arifin menyampaikan, khususnya kepada anggota IMABA KMB V, “Berharap Taretan IMABA yang mengikuti kegiatan ini dapat membuahkan  hasil sesuai dengan apa yang diharapkan panitia, yakni Beradab, Berintelektual, Serta Berjiwa Sosial,” ujarnya.

Di lain pihak, taretan Ahmad Faruq Shaleh selaku perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMABA, sangat mengapresiasi upacara pembukaan kegiatan KMB V kali ini, bahkan bisa dibilang pembukaan yang luar biasa dari sebelumnya. Beliau juga menyampaikan pesan ketua DPP IMABA yakni Taretan Abd Hamid, yang kebetulan tidak bisa hadir, karena mempunyai agenda yang tidak bisa ditinggal. Dia berpesan tiga hal, pertama permohonan maaf atas ketidakhadirannya, kedua, kepada anggota IMABA KMB V tetap semangat dan jangan sampai kendor dalam ber-IMABA dan berorganisasi walaupun dalam masa pandemi, dan yang ketiga tetap jaga solidaritas,” pesannya.

KMB V bukan cuma sekadar kaderisasi mahasiswa baru, tetapi juga bentuk solidaritas dengan sesama anggota dan kepanitian IMABA Yogyakarta agar dapat memenuhi falsafah IMABA yakni religius, akademis dan transformatif. (Red/Jurnalistik Imaba)