Turki; Negeri 2 Benua dengan Sejuta Pesona

ADMINPESANTREN Jumat, 30 Oktober 2020 06:58 WIB
775x ditampilkan Galeri Headline Artikel Ilmiyah Kolom Alumni

Oleh: Mohamad Sobrun Jamil

Turki merupakan satu-satunya negara yang melintasi 2 benua sekaligus yaitu Benua Asia dan Benua Eropa (Eurasia). Oleh karena itu Turki menjadi negara yang sangat multikultural, perpaduan antara budaya Barat dan budaya Timur yang sangat kental sekali dapat kita temukan di Turki. Sehingga orang asing yang datang untuk belajar atau berwisata di Turki tak perlu terlalu khawatir akan culture shock, seakan Turki sudah menjadi negara opsional untuk urusan budaya mana yang akan diikuti. Selain itu, walaupun terdapat budaya Barat di Turki, bukan berarti masyarakatnya memiliki sifat individualisme. Justru sebaliknya warga asli Turki terkenal ramah-ramah sekali, apalagi terhadap mahasiswa asing yang sedang belajar di negara mereka.

Sesuai dengan pengalaman penulis yang sedang menempuh pendidikan di Bumi Utsmani ini, berikut adalah beberapa tempat di Turki yang bersejarah dan mempesona tentunya. Agar lebih ringkas dan mudah dalam menjelaskan maka penulis akan membagi tempat-tempat wisata di Turki berikut menjadi 2 bagian, pertama wisata sejarah dan yang kedua wisata alam.

Wisata Religi dan Sejarah

Bagi orang-orang yang suka dengan sejarah, Turki juga merupakan bonus paling besar yang bisa kita dapatkan karena bisa belajar langsung sejarah di tempatnya. Mulai dari sejarah kerajaan Romawi hingga Ottoman dapat kita saksikan langsung di Turki. Ini juga merupakan hasil dari penjagaan yang sangat baik terhadap bangunan-bangunan dan arsip sejarah yang terdapat di Turki.

Aya Sofia

Aya Sofia menjadi salah satu ikon paling khas di Turki. Awalnya Aya Sofia merupakan bangunan gereja yang sudah dibangun sejak abad ke-4. Bangunan ini kemudian beralih fungsi sebagai masjid pada masa kekuasaan Kesultanan Utsmani (1453 sampai 1931). Meski difungsikan sebagai masjid, untuk menghormati sultan sebelumnya, simbol-simbol gereja yang ada di dalam Aya Sofia tidak dihapus. Pada 1 Februari 1935 bangunan ini disekulerkan dan dibuka sebagai museum oleh Republik Turki.

Berlanjut pada pada tanggal 10 Juli 2020, Pengadilan Tinggi Turki membatalkan keputusan 1943 yang mengubah status Aya Sofia menjadi museum. Seiring dengan keputusan tersebut, pada tanggal yang sama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan dekrit yang berisi "Aya Sofia kembali ke fungsinya semula sebagai tempat ibadah umat Islam. Ibadah pertama bisa dilakukan mulai 24 Juli (2020) mendatang." Meskipun telah beralih-fungsi sebagai masjid, Aya Sofia tetap terbuka untuk umum yang ingin berkunjung ke Aya Sofia. Segala puji syukur bagi Allah saat itu penulis bisa menjadi saksi sejarah dalam peresmian dan perubahan status Aya Sofia menjadi masjid.

Blue Mosque

Blue Mosque atau Masjid Sultan Ahmed dibangun antara tahun 1609 dan 1616 atas perintah Sultan Ahmed I. Masjid ini dibangun untuk menandingi Aya Sofia dengan gaya arsitektur Turki Utsmani. Disebut Blue Mosque karena pada masa lalu interiornya berwarna biru. Di halaman Blue Mosque menjadi lokasi menarik wisatawan untuk berfoto. Tak jarang mereka menghabiskan waktunya dengan duduk di taman. Sebagai tambahan adzan Masjid Aya Sofia dan Masjid Sultan Ahmed bersahutan karena letak Aya Sofia dan Masjid Sultanahmed berhadap-hadapan.

Istana Top Kapı

Istana Topkapı merupakan kediaman resmi Sultan Utsmaniyah selama lebih dari 600 tahun. Istana Topkapi juga merupakan rumah bagi banyak peninggalan suci dari Nabi Muhammad, yang menjadikan istana ini tujuan populer bagi umat Islam.

Koleksi di Istana Topkapi meliputi Mantel Suci Nabi Muhammad (Hırka-i Saadet), sehelai rambut janggut Nabi, gigi Nabi yang tanggal ketika beliau ikut Perang Uhud, sandal Nabi, stempel Nabi, busur serta pedang Nabi. Selain itu, ada pula manuskrip tua salinan awal Alquran dan ubin indah milik tokoh-tokoh penting dalam Islam.

Makam Tokoh-Tokoh Berpengaruh

Turki menjadi salah satu tempat paling bersejarah dalam kekhilafahan dan dunia keilmuan dalam Islam, tak heran banyak sekali makam-makam dan peninggalan sejarah dari tokoh-tokoh berpengaruh di Turki.

Pertama, Makam Sultan Muhammad Al-Fatih (Sang Penakluk Konstantinopel). Terletak sekitar 4 KM dari Masjid Aya Sofya atau hanya 10 menit perjalanan menggunakan kereta dan transportasi umum. Kompleks pemakaman Al-Fatih ini juga menjadi salah satu ikon wisata religi yang wajib dikunjungi setelah Aya Sofia. Kedua, Makam Maulana Jalaluddin Ar-Rumi yang terletak di Provinsi Konya. Siapa yang tak kenal tokoh sufi terkemuka satu ini, beliau juga seorang penyair ulung dan karya-karyanya masih masyhur serta tersimpan rapi di Mevlana Museum hingga sekarang. Masyarakat Turki biasa menyebutnya dengan panggilan Mevlana (Maulana). Ketiga, Makam sahabat Nabi yang bernama Abu Ayyub Al-Anshori. Kompleks pemakaman beliau terletak di Merkez Mahallesi, Istanbul. Dalam riwayatnya Abu Ayyub adalah salah satu sahabat Nabi yang berpesan untuk dimakamkan di Konstantinopel agar beliau bisa menyaksikan gemericik suara pedang dan suara kaki kuda para penakluk Konstantinopel.

Wisata Alam

Turki memiliki beragam panorama alam indah nan megah yang dapat kita nikmati. Mulai dari panorama pegunungan, laut, perkotaan, pantai, hingga bukit bebatuan. Jadi setiap sudut Turki seakan memiliki daya tarik masing-masing, lebih-lebih sangat cocok untuk dijadikan objek refreshing.

Kapadokia

Merupakan sebuah wilayah yang terletak di Anatolia Tengah, tepatnya di provinsi Nevşehir. Pengunjung yang datang kesini akan disajikan dengan pemandangan bukit bebatuan yang begitu memukau. Selain itu, juga terdapat wisata balon udara yang sangat cantik. Hamparan bukit bebatuan dan ratusan balon udara yang terbang, menjadi objek berfoto yang sangat menarik.

Pamukkale

Pamukkale dalam Bahasa Turki memiliki arti “Benteng Kapas” adalah sebuah tempat wisata air panas yang terdapat di provinsi Denizli. Struktur bebatuan yang unik dan berwarna putih seperti kapas menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk menikmati indahnya pemandangan di Pamukkale.

Adalar

Adalar adalah kepulauan yang terletak di pesisir Istanbul. Dalam sebuah riwayat dinamakan Adalar (kepulauan) karena pada zaman kerajaan, dulunya pulau ini menjadi tempat para keluarga kerajaan diasingkan. Terdiri dari beberapa pulau besar seperti; Büyükada (Pulau Besar), Heybeliada, Burgazada, Kınalıada, dan beberapa pulau kecil lainnya. karena letaknya di wilayah pesisir, pulau-pulau ini menyajikan wisata pantai dan laut yang sangat indah. Di pulau ini tidak terdapat transportasi umum, juga penduduknya hanya sedikit. Tidak hanya wisata pantai saja pengunjung juga bisa menikmati hijaunya Adalar dengan menyewa sepeda.

Sebenarnya masih banyak lagi wisata alam, sejarah, dan religi yang terdapat di Turki. Karena panjang tulisan terbatas tapi uraian di atas kiranya sudah dapat mewakili Turki dengan sejuta pesonanya. “Turki terlalu luas untuk dinikmati sendiri, dan terlalu indah untuk dinikmati bersama.”

Alumni Bata-bata 2019 dan Sedang menempuh pendidikan sarjana di jurusan Hubungan Internasional, Karabuk University, Turki.