Pesantren Tangguh

ADMINPESANTREN Jumat, 6 November 2020 07:45 WIB
717x ditampilkan Galeri Headline Artikel Ilmiyah Opini Santri

*Oleh: Ahamad Fauzan Syakir

Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, seyogyanya hadir sebagai lembaga yang identik dengan religiusme, tentu mampu memberikan upaya dan gagasan dalam mencerdaskan warga negara melalui beberapa program unggulannya. Hal ini menjadi nilai lebih dalam keterlibatannya sebagai komunitas mandiri yang di dalamnya kaya akan pengetahuan dan kajian-kajian edukatif  tanpa menghilangkan nilai luhur kepesantrenan yang sudah lama menjadi pijakannya.

Selain sebagai institusi pendidikan Islam di Indonesia, pesantren punya peran aktif dalam masalah sosial kemasyarakatan di Indonesia. Tidak terlepas dari perannya sebagai pusat episentrum penelitian agamis, pesantren juga mampu menyiapkan generasi emas yang siap selalu berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui pengabdiaan santrinya. Setelah menyelesaikan tahapan pembelajaran dan kajian-kajiannya secara sistematis, santri juga diikut sertakan dalam membangun masyarakat madani melalui uji implementatif dengan cara menyampaikan aspirasi pesantren kepada masyarakat umum.

 Dengan tidak adanya ketergantungan pesantren dalam mengelola, mengembangkan keilmuan dan pengetahuan, menjadi ciri khas tersendiri dalam kemandirian pesantren untuk menciptakan lingkungan belajar yang multidisipliner. Karenanya, pesantren tidak hanya mengembangkan kecakapan intelektual, tapi kecakapan dalam membangun hidup multikultural menjadi perihal yang sangat fundamental.

Ketika kemandirian pesantren sudah menjadi bagian terpenting akan kehadirannya yang solutif dari beberapa tantangan, gejala modernitas pengetahuan dan teknologi, tentu pesantren juga mampu mentransformasi tantangan menjadi sebuah peluang dalam membangkitkan keterpurukan di saat semuanya bingung akan arah dimana yang seharus ia tatah. Karena bentuk kepedulian dan tanggung jawabnya sebagai penjaga dan pengayom umat, pesantren juga  hadir sebagai agen control sosial yang tetap mempertahankan budi pekerti. Hal inilah peran pesantren di samping ia harus menyiapkan generasi yang bisa menjawab tantangan zaman, ia tetap kontinu menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melindungi kelangsungan hidup yang sesuai dengan tuntunan dan norma agama.

Adagium di atas tetap sesuai dan relevan dengan tujuan pendidikan nasional sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang dasar Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 bahwa; tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Akhir-akhir ini, dalam skala global tidak lain dunia pesantren juga merasakan masa-masa dimana pesantren juga harus ambil bagian dalam penyelesaian problematika ini semua, terkhusus negara Indonesia. Masa pandemilah yang kini tetap menghantui semua elemen yang sepertinya tidak berkesudahan, angka pengangguran yang tak terkendalikan, membungkam keadaan karena tebaran ketakutan, angka kemiskinan kian memprihatinkan, penggiringan opini publik yang cenderung tidak bisa dipertanggung jawabkan, kini begitu marak di jalanan. Sehingga, membutuhkan penanganan dan pengendalian yang begitu serius untuk dipikirkan.

Melalui pemulihan secara berkala oleh pemerintah dan semua elemen masyarakat, tentu pesantren juga hadir dan ikut andil untuk memulihkan kondisi khususnya dalam sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi umat. Selain  peran aktif dalam bidang keagamaan, pesantren juga telah menunjukkan partisipasi aktif dalam masalah sosial. Hal itu seperti tetap terselenggaranya dunia pendidikan dengan pengawasan ketat sesuai dengan protokol kesehatan dalam bentuk ikhtiyar. Waspada untuk tetap saling menjaga, memahami agar tetap terlindungi, mengingatkan agar tetap selalu terselamatkan, itulah komitmen pesantren untuk saling menjaga bagaimana pendemi yang masih berlangsung bisa diatasi bersama-sama.

Pengumpulan dan penyaluran donasi untuk masyarakat yang ekonominya terdampak, penyuluhan kesehatan hingga beberapa santri menjadi relawan medis, pelatihan usaha kreatif sebagai pembangkit UMKM dan ekonomi makro masyarakat, menjadi program terpenting dalam pengabdiannya sebagai lembaga yang tetap peduli sosial. Sebab pesantren institusi pendidikan yang berdiri kokoh di tengah-tengah masyarakat, didirikan dan dikelola oleh masyarakat, untuk masyarakat, dengan asas The Best Community Education, maka sudah selayaknya menjadi bagian tepenting dalam problematika kemasyarakatan.

Dengan bentuk kontribusi nyata itulah, pesantren mampu dinobatkan dan memiliki gelar pesantren tangguh. Tangguh dalam aspek kemandirian, kesiapan, keterlibatan, kepedulian kepada masyarakat serta mampu mengedukasi di masa dimana warga negera menunggu kehadiran sosok yang setidaknya membantu beban kebingungannya menuju kelangsungan hidup yang lebih baik.

*Penulis adalah Seksi Literasi dan Informasi Pondok Pesantren.