Kisahkan Sejarah Bata-Bata di Hari Guru Nasional

ADMINPESANTREN Kamis, 26 November 2020 22:07 WIB
408x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Muba Putri

Bata-Bata – Tim Kreatif Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) Putri menggelar acara dalam rangka Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November. Acara tersebut diselenggarakan di halaman madrasah Ponpes Muba Putri, Kamis, (26/11/2020).

Acara yang dikemas formal ini dimulai dengan pembukaan, tilawatil Qur'an, lantunan shawat Nabi, pembacaan puisi, seminar, dan penutup. Sorak sorai santri terdengar begitu meriah setelah puisi tentang pengorbanan guru selesai dibacakan. Setelah itu, dilanjutkan dengan seminar yang bertema Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata.

Acara yang berlangsung begitu khidmat tersebut, diikuti semua santri dan juga ustadzah. Peserta sangat antusias mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh KH. Kholil Kawakib selaku pemateri. Beliau sukses membangunkan emosi dan spiritual santri. Berkesempatan menjadi moderator adalah Ustadz Fahrur Rozi yang merupakan asatidz Ponpes Muba.

Dalam materinya, Kiai Kholil –sapaan akrab beliau- menyampaikan bahwa Muassis (pendiri) Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata adalah RKH. Abdul Majid bin Abdul Hamid bin Itsbat. Beliau dikenal sebagai seorang yang sangat 'alim, istiqomah dan begitu semangat dalam mencari ilmu. Beliau memimpin pesantren selama sekitar 14 tahun, terhitung dari tahun 1943-1957 M. Selama sekitar dua tahun, dari tahun 1957-1959 M, Bata-Bata mengalami kekosongan kepemimpinan dan diisi oleh RKH. Abdul Hamid Bakir dari Banyuanyar. Diceritakan bahwa Beliau bolak balik Bata-Bata - Banyuanyar untuk mengajar santri. Tepat pada tahun 1959 M, RKH. Abd. Qodir, putra RKH. Abd. Majid pulang dari Mekkah dan melanjutkan estafet kepemimpinan di Bata-Bata. Namun, pada tahun yang sama, beliau wafat dan dilanjutkan oleh RKH. Ahmad Mahfudz Zayyadi yang merupakan menantu dari Kiai Abdul Majid sampai tahun 1986 M. Setelah itu dilanjutkan oleh RKH. Abdul Hamid AMZ sampai dengan saat ini.

Kiai Kholil mengakhiri materi dengan pesan agar kita sebagai santri harus ikhlas dalam mencari ilmu dan mengokohkan niat untuk mengabdi kepada murobbi. Beliau mengutip maqolah, لو لا المربي ما عرفت ربي  "Andai bukan karena Guruku, mana mungkin aku mengenal Tuhanku".Panitia juga menyatakan, bahwa diadakannya seminar ini bertujuan untuk memupuk kecintaan terhadap semua guru khususnya di pesantren, dan mengokohkan semangat untuk tetap berkhidmat kepada kiai dan pesantren selama masih mampu. Salain itu juga diharapkan tumbuh semangat baru pada tiap diri santri dan pengurus pesantren karena termotivasi oleh sejarah para Kiai.

Saat diwawancarai, Ustadzah Lailatul Badriyah selaku Ketua Pengurus III juga menyampaikan rasa syukur dan harapannya, "Alhamdulillah sekali, saya sangat senang dengan diadakannya acara ini, setidaknya kita dapat mengenalkan Hari Guru pada semua santri. Harapannya semoga acara ini bukan hanya seremonial belaka, tapi kami semua selaku santri Bata-Bata dapat memgambil manfaat dari acara ini, dan dapat memaksimalkan pengabdian kita semua dengan bermodalkan ikhlas lillahi ta'ala. Sadar tak sadar mun ikhlas insyAllah hasilnya manis,” tukasnya. (Zuy)