Mahasantri, Resmi Menjadi Otonom Pondok Pesantren

ADMINPESANTREN Jumat, 1 Januari 2021 22:12 WIB
645x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Badan Otonom Baru

Bata-Bata - Mahasiswa santri akhirnya resmi diasramakan,  setelah memperoleh pengakuan formal dari pesantren dan diresmikan secara simbolis oleh Ketua Umum Dewan Ma'hadiyah (1/1) Ustadz Nurul Hidayat.  Inisiatif yang sebenarnya sudah dirancang dan dicanangkan sejak kepengurusan periode sebelumnya itu disambut antusias dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak.  Kebijakan ini bukanlah isapan jempol belaka,  pasalnya kebijakan ini sangat menyokong terhadap pengembangan bakat dan minat mahasantri. Dengan diasramakannya mahasantri,  mereka akan lebih mudah untuk mendiskusikan dan mendedikasikan tri dharma (pendidikan, penelitian dan pengabdian) yang memang menjadi tugas mahasiswa. 

Otonomi ini benar-benar diperuntukkan untuk peningkatan intelektual, spritual dan sosial mahasantri. Intelektual yang dimaksud adalah peningkatan budaya belajar, diskusi dan presentasi terhadap mata kuliah,  baik prodi maupun yang lain.  Sedangkan spiritual ditingkatkan dengan dekatnya mereka dengan simbol-simbol religius pesantren (mushalla, congkop dsb) serta ubudiyah yang memang menjadi salah satu fokus dalam pendidikan kepesantrenan. Di bidang sosial, mereka bisa menyalurkan simpati maupun empati terhadap santri-santri lain yang notabene merupakan adik mereka khususnya dalam bingkai ukhwah ma'hadiyah. 

Mahasantri yang berposisi sebagai elemen paling dituakan di antara santri yang lain akan menjadi teladan, baik dari bidang akademik, kedewasaan maupun pengalaman. Dengan demikian, keberadaan mereka yang dekat dengan santri akan menciptakan kepekaan bagi mereka terhadap santri-santri lain. Dari kepekaan inilah,  diharapkan akan timbul benih leadership atau kepemimpinan dalam jiwa mahasantri. Karena senioritas itu pula, mereka akan lebih menimbang dalam bertindak karena dilihat dan diamati oleh santri-santri lain. (Zan/Cau)