IMABA Mesir Sosialisasikan Kampus Al-Azhar

ADMINPESANTREN Sabtu, 9 Januari 2021 22:07 WIB
81x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren

Bata-Bata – Segenap kepengurusan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) adakan sosialisasi kuliah luar negeri pada semua siswa kelas akhir. Acara tersebut digelar Sabtu malam (09/01/21), bertempat di pelataran Aula Perpustakaan Al-Majidiyah.

Sosialisasi tersebut berkoalisi dengan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) Mesir yang mana bertajuk pembekalan tentang kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir,  sekaligus pengenalan akan organisasi Imaba Mesir itu sendiri. Ustadz Hafidz selaku perwakilan pesantren berharap para siswa kelas akhir  dapat  termotivasi atas alumni-alumni yang sudah melanjutkan pendidikan di luar negeri, “Sekiranya kalian bisa meniru kakak-kakak ini,” seru sekretaris pesantren tersebut.

Acara tersebut dihadiri oleh dua anggota IMABA yang bertindak sebagai pemateri, yaitu Muhtar Makin selaku Ketua Imaba Mesir beserta Abdul Majid sebagai alumni IMABA Mesir.  Mereka berdua tercatat sebagai alumni Ponpes Muba yang saat ini telah menamatkan pendidikan strata satu di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Adapun bertindak mendampingi keduanya, yakni Ustadz Faisol sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Muhtar Makin selaku pemateri pertama memaparkan detail seluk beluk Universitas Al-Azhar, dimulai dari kegiatan-kegiatan kampus, asrama mahasiswa hingga beberapa jalur beasiswa. Beliau juga mewanti-wanti para santri agar tidak berkecil hati walaupun tergolong keluarga menengah ke bawah. Pasalnya banyak sekali peluang beasiswa yang dapat diraih. “Banyak sekali beasiswa, lebih-lebih pada mereka yang berprestasi,” ujar pria asal Bangkalan tersebut. Beliau beserta mahasiswa IMABA Mesir lainnya juga tak sungkan membantu jika nantinya ada santri yang minat kuliah ke al-Azhar. “Kami siap membimbing teman-teman sekalian,” pungkasnya mengakhiri materi.

Di segmen selanjutnya, Abdul Majid sebagai pemateri kedua lebih memaparkan tentang apa saja tahap-tahap yang harus dilewati, dimulai dari tahap administrasi hingga mekanismenya. Menurutnya, Al-Azhar merupakan Universitas ternyaman dan termurah. “Administrasinya mudah dan tentunya murah meriah, dalam satu tahun administrasi kampus hanya seratus lima puluh ribu saja,” terangnya. Dengan harga semurah itu, ia menjamin bahwa kualitas ilmu yang disuguhkan bukan pendidikan murahan, “Walaupun murah, kualitasnya jangan diragukan,” jelasnya.

Para santri sangat antusias menyimak materi-materi yang dipaparkan, bahkan ada beberapa santri yang tertarik mengajukan beberapa pertanyaan, “Apa hafalan Al-Quran merupakan syarat mutlak diterima di Al-Azhar,” tanya seorang santri bernama Abd. Syakur pada sesi dialog interaktif. (Fud)