Menciptakan Budaya Baca Tulis Melalui Malam Literasi Santri

ADMINPESANTREN Senin, 15 Februari 2021 22:53 WIB
484x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Kasi Literasi Dan Informasi

Bata-Bata – Untuk kesekian kalinya Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes MUBA) kembali menyelenggarakan Malam Literasi Santri. Acara tersebut digelar di lapangan pesantren sebelah selatan daerah S pada Senin malam, (16/02/21).

Malam Literasi Santri kali ini merupakan malam puncak dari serangkaian kegiatan literasi pada tahap seleksi sebelumnya. Ditinjau dari peserta yang tampil pada malam ini merupakan mereka-mereka yang terplih dan berhasil lolos pada saat penyisihan peserta literasi. Pegelaran Malam Literasi Santri kali ini juga masih memakai konsep bulan kemarin, yakni menyuguhkan sesi presentasi buku dan juga sesi debat ilmiah.

Kurang lebih ada empat belas santri yang tampil malam ini, meliputi enam orang dari ajang presentasi buku, baik dari jenjang MTS/sederajat maupun MA/sederajat. Sedangkan sisanya merupakan peserta debat ilmiah yang lolos semi final antar instansi badan otonom pesantren, di antaranya: Logika dan Ushul Fiqh (LOGIS), Lembaga Pengembangan Bahasa Arab (LPBA), Bata-Bata Bilingual Centre (BBC), Bata-Bata English Centre (BBEC), dan disusul Himpunan Alumni Bahasa Arab Bata-Bata (HUBBA).

Antusiasme para santri atas Malam Literasi Santri tak dapat dielakkan lagi. Terbukti semakin banyak santri yang berpartisipasi di acara ini. Apalagi Ustadz Zainullah Al-Gharibie selaku moderator debat ilmiah sengaja mengonsep jalannya acara untuk semenarik mungkin dan jauh dari kesan monoton. Para santri seakan dibuat panas oleh panitia, lebih-lebih pada sesi debat ilmiah. Mulai dari yel-yel, dukungan dan tepuk tangan terdengar bergemuruh dari segala penjuru lapangan. “Lagi-lagi saya terhipnotis serunya Malam Literasi Santri,” ucap salah satu santri saat diwawancarai redaksi.

Acara tersebut dimotori langsung oleh Ka.Si Literasi dan Informasi Pondok Pesantren yang juga merupakan bentuk inisiatif langsung dari ketua Dewan Ma’hadiyah masa periode 2020-2022. Kepengurusan mengadakan Malam Literasi Santri bertujuan untuk mengembalikan ghiroh santri akan literasi, ditinjau dewasa ini begitu krisisnya value akan literasi di kancah pesantren.

Berdasarkan  hasil wawancara redaksi, Ustadz Nurul Hidayat selaku ketua Dewan Ma’hadiyah Pondok Pesantren menekankan pentingnya literasi. Menurutnya, literasi merupakan satu kesatuan dengan pesantren sedangkan pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam. “Literasi merupakan esensi dari pendidikan Islam”. Beliau juga menegaskan, jika baca dan tulis sudah tercipta menjadi budaya yang mendarah daging maka feedback-nya juga akan menciptakan habbit yang positif. “Tingkat baca dan tulis seseorang memengaruhi kedewasaan dan ber-etika dari seseorang,” pungkasnya di penghujung wawancara.

Di sisi lain, Ka.Si Literasi dan Informasi selaku dalang di balik acara Malam Literasi Santri semakin berupaya untuk lebih baik ke depannya. “Sekiranya saat ini baik, maka next part harus lebih baik lagi”. Mereka juga berinisiatif ke depannya akan menambah beberapa konten untuk disuguhkan di Malam Literasi Santri selanjutnya guna menciptakan suasana yang tidak monoton. “Konten selanjutnya akan lebih waw, nantikan di next part,” terang Ustadz Zainullah Al-Gharibie selaku salah satu Ka.Si Literasi dan Informasi . (Fud)