Mengenal Kiat Kuliah di Turki, Bersama PT Biru Marmara Edukasi

ADMINPESANTREN Jumat, 26 Februari 2021 17:26 WIB
173x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Kasi Isaba Dan Imaba

Bata-Bata – Guna mencetak output-output santri yang dapat mengenyam pendidikan di Negara Turki, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes MUBA) mengadakan soalisasi kuliah luar negeri yang dikemas dengan seminar bertajuk “Kupas tuntas Kuliah di Turki”. Acara tersebut digelar Jumat sore, (26/02/21) bertempat di Pelataran Aula Pondok Pesantren.

Sosialisasi tersebut berkoalisi langsung dengan PT. Biru Marmara Edukasi selaku wadah dan jalan dari mahasiswa-mahasiswi yang akan melanjutkan pendidikannya ke Turki. Pasalnya PT. Biru Marmara Edukasi sudah mempunyai banyak relasi baik dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Turki.

Bertindak sebagai pemateri dalam sosialisasi tersebut yaitu Achmal, SE. sebagai General Manager PT. Biru Marmara Edukasi serta Furkan Nalbant sebagai pemateri yang langsung datang dari Turki, beliau juga tercatat sebagai tutor di Ayashofhia Turkise Course. Sedangkan Ustadz Badrut Tamam sebagai moderator mendampingi pemateri.

Dalam pemaparannya, Achmal, SE. selaku pemateri pertama mengupas tuntas apa-apa yang berhubungan dengan mekanisme berkuliah di turki, mulai dari beasiswa, macam-macam jurusan hingga hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum pemberangkatan. “Persiapkan dari saat ini, lebih-lebih aspek kebahasaan,” jelas pria kelahiran Sumenep tersebut.

Di sesi selanjutnya, Furkan Nalbant lebih menjelaskan tentang negara Turki. Beliau banyak membahas tentang budaya, cuaca maupun hal-hal yang harus diperhatikan ketika di Turki. “Disana ada 4 musim, salah satunya salju, disana kalian bisa merasakan salju,” serunya dengan Bahasa Indonesia berlogat Turki.

Para santri kelas akhir terlihat begitu antusias mengikuti jalannya seminar. Mereka seperti tak ingin sampai melewatkan pemaparan-pemaparan yang dipaparkan pemateri. Bahkan sampai ada beberapa santri yang tertarik melayangkan pertanyaan-pertanyaan, “Seberapa tinggi biaya ketika kita berkuliah di Turki?,” tanya Abdullah pada sesi dialog interaktif. (Fud)