Pekan Ngaji 6 Ponpes Muba Putri Dibuka dengan Ngaji Akhlaq

ADMINPESANTREN Selasa, 16 Maret 2021 22:16 WIB
1870x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Muba Putri

Bata-Bata – Sudah keenam kalinya Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) menggelar international event yang dikenal dengan Pekan Ngaji. Pada acara opening ceremony Pekan Ngaji 6 di wilayah pondok putri yang telah diselenggarakan tadi malam (Selasa, 16/03) dibuka dengan agenda “Ngaji Akhlaq: Pondok Pesantren sebagai Pondasi Moral di Era Milenial”. Acara yang berlangsung di halaman Madrasah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Putri itu menghadirkan KH. Ma’ruf Khozin selaku direktur Aswaja PBNU Jawa Timur sebagai narasumber, dan Dr. Iksan Kamil Sahri sebagai moderator seminar.

Pada penjelasannya, pemateri menyebutkan bahwa pesantren adalah tempat terbaik untuk membentuk moral umat Islam. Di lingkungan pesantren, moral generasi muda akan digembleng dengan begitu kuat melalui tiga hal yaitu; sholat berjama’ah, mempelajari ilmu agama, dan pesantren sebagai tempat belajar akhlaq. Hal itu tentulah selaras dengan tagline Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, ‘Kesopanan Lebih Tinggi Nilainya daripada Kecerdasan’.

“Orang lain akan menilai kita pertama dari tampilan akhlaqnya”. Beliau menjelaskan bahwa hal paling mencolok yang dapat diamati dari setiap orang bukan terletak pada kecerdasan ataupun kekayaannya, melainkan akhlaq yang tercermin dalam perilaku sehari-hari. Pemateri juga menambahkan, “Standar akhlaq itu ada 3; wajah yang sumringah, melakukan hal yang terbaik kepada orang lain, dan tidak menyakiti orang lain”.

Era milenial yang ditandai dengan digitalisasi membawa berbagai peluang negatif utamanya pada kemerosotan moral umat Islam. Hal itu menurut pemateri dapat disaksikan pada semakin terkikisnya nilai-nilai moral dan etika dari anak ke orangtua, serta keilmuan yang tidak jelas karena kemudahan akses internet sehingga siapapun dapat menjadi ustad dan penceramah dadakan bahkan tanpa background pendidikan agama yang jelas. Sehingga seharusnya santri harus mampu tampil dan mengambil peran dalam menyebar luaskan keilmuan Islam. (Mas)