Ngaji Motivasi: Menyiapkan Kompetensi Perempuan Masa Kini

ADMINPESANTREN Sabtu, 20 Maret 2021 22:52 WIB
72x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Muba Putri

Bata-Bata – Perkembangan zaman yang terus dinamis membawa tuntutan yang berbeda pula sesuai dengan masanya. Globalisasi yang diikuti dengan perkembangan industri khususnya teknologi menciptakan perubahan mendasar bagi kehidupan manusia, sehingga kebutuhan, keinginan, dan kemampuan yang harus dimiliki manusia masa kini juga terus berubah. Dalam menghadapi tuntutan zaman itulah, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) berinisiatif menghadirkan Muhammad Karim, M.Pd sebagai pemateri seminar dengan tema, “Ngaji Motivasi: Stop Negative Labelling”. Seminar yang dimoderatori oleh Abdul Kholiq tersebut berlangsung hari Sabtu, (20/03), dari pukul 20:30 hingga pukul 22:30 di Aula Sekolah Ponpes Muba.

Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut menjelaskan bahwa setidaknya terdapat delapan kompetensi yang harus dimiliki oleh manusia masa kini, antara lain; menjadi pembelajar yang baik, kemampuan perencanaan hidup, kemampuan beradaptasi, manajemen diri, kritis dan kreatif, penyelesaian masalah, kemampuan berkolaborasi, dan kemampuan dalam literasi digital. Dalam menyikapi era digitalisasi yang semakin merajalela itu pula, pemateri menambahkan, “Latih diri kita untuk tidak terpengaruh dnegan internet, dalam hal negatifnya ya, karena kita yakin kalau internet juga banyak manfaatnya”. Beliau juga menambahkan, “Semua orang zaman ini sama di hadapan teknologi”. Itu berarti untuk menjadi sukses, harus pintar-pintar mengambil peluang dari perkembangan teknologi.

“Kita tidak bisa mengontrol komentar orang lain terhadap kita, yang bisa kita kontrol hanya respon kita terhadap komentar orang lain”, ungkap pemateri saat memberikan tips kepada audience agar tidak terlalu menghiraukan perkataan orang lain. Beliau juga mengimbuhkan, “Gak perlu dilawan komentar orang lain, tapi buktikan dengan prestasimu”.

Selain memberikan motivasi terkait perubahan zaman yang kian canggih seperti sekarang, pemateri juga menjelaskan terkait cara mencapai kesuksesan, dan bagaimana seorang perempuan bersikap dalam kehidupan berumah tangga. “Rumah tangga itu kerjasama dua orang, bukan satu orang dan yang lain jadi pembantu”, jelas pemateri. Di penghujung pembahasan, beliau juga berpesan kepada santri putri, “Yang paling enak kamu jadi perempuan mandiri, terutama dalam penghasilan. Kalau bisa, jangan bergantung pada suami”.

Menurut lelaki berkopiah merah tersebut, seorang perempuan yang ingin merdeka, maka harus berusaha menjadi pribadi yang mandiri utamanya dalam segi finansial agar dapat menjaga diri dan keluarganya, tidak bergantung pada suami dan tidak akan mudah diperlakukan semena-mena oleh suami. Seorang perempuan punya hak untuk memilih dengan siapa dia akan menikah, dan rencana masa depan yang ingin ia bangun. Maka dari itu, skill berkomunikasi baik dengan keluarga, teman sejawat, dan dengan pasangan harus dikuasai oleh perempuan. (Mas).