Menghidupkan Sastra Dalam Dunia Pesantren

ADMINPESANTREN Senin, 22 Maret 2021 22:49 WIB
63x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren

Bata-Bata – Pesantren merupakan wadah pendidikan bagi generasi intelektual yang agamis, menjadi sandaran bagi kecamuk zaman di masa kini, menjadi ladang yang subur untuk ditanami berbagai ilmu pengetahuan. Di dunia pesantren sastra merupakan seni luar biasa yang digunakan untuk menulis segala macam ilmu pengetahuan. Dalam menyesuaikan tema besar Pekan Ngaji 6 yaitu fantasyiruu fil ardli, kita yang berada di tengah-tengah kecamuk pendidikan dan gelombang perubahan zaman, perlulah kita untuk belajar banyak hal, apalagi untuk menebar benih kemanfaatan untuk orang lain dan lingkungan sekitar, maka dari itu Pondok Pesantren Mambaul Bata-Bata Putri mengangkat tema “Membumikan Sastra Pesantren” dalam seminar Ngaji Kepenulisan yang dilaksanakan pada hari Senin (22/03/2021) di musholla putri pukul 19.00 wib sampai selesai.

Seminar tersebut diikuti oleh semua santri putri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, beserta para panitia Pekan Ngaji 6. Dalam sambutannya, ustadz Basit sebagai moderator menjelaskan bahwa seminar ini merupakan jalan kita untuk mengetahui bagaimana membumikan sastra di pondok pesantren, khususnya di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Dalam pemaparannya KH. Kuswaidi Syafi’i selaku pemateri dalam seminar tersebut, menyatakan bahwa menulis karya sastra khususnya dalam karya puisi itu mudah. “Bisa menggunakan metode bebas, jadi asal nulis, lama-lama terlatih, lama-lama bermutu.” Artinya dalam hal itu kita hanya perlu memiliki keinginan dan keberanian untuk bisa menulis puisi, beliau juga berdawuh bahwasanya menulis karya sastra islami itu mudah, asalkan kita tekun berlatih. 

Di tengah-tengah seminar, beliau juga memberi motivasi kepada para santri dengan membacakan salah satu karya puisinya. “Puisi merupakan hasil olahan dari renungan dan pemikiran, yang kemudian dituangkan dalam bentuk puisi.” Menurutnya setiap persoalan bisa dijadikan puisi, dan rata-rata ilmu-ilmu yang ada di dalam pondok pesantren ditulis dengan gaya sastra seperti addiba’, alfiyah dan lain sebagainya, sehingga kita sebagai santri hanya perlu meniru gaya penulisan sastra yang ada di dalamnya.

Pemateri juga memaparkan tentang hubungan tema besar Pekan Ngaji 6 dengan sastra, bahwasanya dengan penulisan sastra kita juga bisa memberi manfaat kepada orang lain yang menikmati karya kita. Jadi secara tidak langsung kita bisa mengaplikasikan fantasyiruu fil ardli dengan karya tulis sastra. (fan)