Badan Otonom Dominasi Penyisihan MFQ

ADMINPESANTREN Rabu, 14 Juli 2021 23:27 WIB
951x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren

Bata-Bata – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Besar Islam Idul Adha 1442 H, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) menyelenggarakan Gema Takbir Idul Adha (Getaria) yang dikemas dengan beraneka ragam perlombaan. Salah satunya yaitu Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) yang terselenggara sejak Rabu malam, (14/7) di Aula Perpustakaan Al-Majidiyah.

Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) merupakan ajang bergengsi yang biasa diperlombaan pada pagelaran MTQ mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional 2 tahun sekali. Oleh karena itu, untuk mempersiapkan kader-kader yang akan diikut sertakan dalam kejuaraan MFQ berskala regional hingga nasional, Ponpes Muba mengadakan MFQ pada event Getaria tahun ini. “Jadi, selain untuk menyemarakkan Idul Adha, lomba-lomba di Getaria adalah untuk mencari bibit-bibit unggul sebagai persiapan bilamana ada perlombaan di luar pesantren, salah satunya cabang  MFQ ini,” ungkap Ustadz Miftahus Surur Ash-Shiddiqi selaku koordinator umum lomba Getaria.

Di lain pihak, Koordinator Khusus Lomba MFQ, Ustadz Moh. Hasin menyampaikan bahwa mekanisme MFQ pada pelaksanaan Getaria tidak jauh berbeda dengan MFQ yang biasa diperlombaan secara resmi oleh pemerintah. “Kami memang sengaja tidak mengubah atau menurunkan standar mekanisme yang berlaku di MFQ Getaria. Sebab, dengan ini kami berharap santri terbiasa dengan mekanisme MFQ yang biasa dilaksanakan oleh pemerintah. Soal paketnya saja, kami mengumpulkan dari paket-paket soal yang diperlombaan pada MFQ Nasional beberapa tahun lalu,” jelas pria yang pernah menjadi peserta MFQ pada MTQ ke-27 tingkat Jawa Timur tahun 2017 silam.

Dalam babak penyisihan, delegasi dari badan otonom lebih mendominasi daripada delegasi daerah. Setidaknya sudah tiga badan otonom yang berhasil lolos ke babak selanjutnya, yakni Logis, BBC dan M2KD. Ketiga-tiganya juga berhasil menyingkirkan tim-tim yang dianggap kuat seperti Asrama Kelas Akhir, JKH, Korne, Fiki’sh, bahkan daerah R. “Alhamdulillah, kami berhasil lolos ke tahap selanjutnya. Tinggal bagaimana kami perlu menghafal lagi beberapa materi yang belum dikuasai dan menjadi kelemahan kami, seperti sambung ayat dan isi kandungan ayat,” ungkap Zainal Abidin, salah seorang delegasi dari BBC saat diwawancarai redaksi. (Ans)