Penyisihan Debat Ilmiah Bahas Persoalan Santri

ADMINPESANTREN Kamis, 15 Juli 2021 22:53 WIB
865x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren

Bata-Bata – Selain MFA, MFQ, dan MFI, lomba Getaria yang sangat menyita antusiasme santri adalah lomba Debat Ilmiah. Meskipun lomba debat ilmiah kali ini tidak dilaksanakan di lapangan, animo para pendukung dari masing-masing delegasi dan santri secara umum membahana di Asrama Alquran, Kamis malam (15/7).

Format babak penyisihan lomba Debat Ilmiah masih terbilang sederhana dan dikemas dengan semenarik mungkin untuk mempermudah para peserta lomba. Hanya terdapat 3 sesi meliputi sesi opening statement (pernyataan pembuka/argumentasi), sesi tanya jawab dan, sesi closing statement (pernyataan penutup/kesimpulan). Selain itu, mosi yang diperdebatkan bersifat ringan dan bersentuhan langsung dengan kehidupan santri secara umum.

“Di babak penyisihan ini, dalam rangka mempermudah santri mengikuti ajang debat, kami membentuk mekanisme perlombaan yang cukup sederhana. Orientasinya hanya untuk mengukur sejauh mana seorang santri mampu berbicara dan berargumentasi di khalayak ramai. Bahkan mosi yang diperdebatkan juga terbilang ringan seperti persoalan santri begadang, olahraga pagi bagi santri, hingga penambahan jam belajar santri,” beber Ustadz Makinun Amien selaku koordinator khusus lomba Debat Ilmiah.

Adapun sistem perlombaannya menggunakan sistem poin. Delapan delegasi dengan poin tertinggi berhak melaju ke babak selanjutnya, yakni babak perempat final. “Demi tersaringnya peserta yang betul-betul mumpuni dalam berdebat, kami merancang perlombaan ini dengan sistem poin. Dimana 8 delegasi dengan poin tertinggi berhak melaju ke babak selanjutnya. Bisa saja di perempat final nanti ada beberapa mekanisme perlombaan yang berubah, disesuaikan dengan kualitas peserta yang lolos,” imbuh pria yang sekaligus menjabat sebagai Ka.Bid. Sarana dan Prasarana tersebut. (Ans)