Getaria Latih Santri Menuju Lomba Tingkat Nasional

ADMINPESANTREN Ahad, 18 Juli 2021 22:21 WIB
1007x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren

Bata-Bata – Santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan Madura dilatih agar siap dalam mengikuti lomba keluar pesantren. Persiapan tersebut dikemas dengan aneka ragam perlombaan Getaria yang berlangsung di Lapangan Daerah S, (18/07).

Getaria merupakan salah satu kegiatan rutinitas Ponpes Muba menjelang dan setelah Hari Raya Idul Adha. Berbagai Lomba dilaksanakan di dalamnya. Pada kesempatan malam hari ini (red. 18/7), lomba yang digelar meliputi MFQ, MFA, MFI, dan Tartilul Qur’an yang telah memasuki babak final.

Di cabang lomba Musabaqah Fahmil Quran (MFQ),  juara 1 diraih oleh delegasi dari Lembaga Pengembangan Bahasa Arab (LPBA) dengan perolehan nilai 500, sedangkan juara 2 ditempati oleh Logis-FB dengan nilai 300, dan badan otonom Kastaqim menempati juara 3 dengan nilai 100.

Untuk menangkal kejenuhan santri, panitia menempatkan lomba Tartilul Quran Di tengah-tengah perlombaan lainnya. Sehingga para santri bisa segar kembali setelah mendengarkan bacaan al-Quran dengan bawaan nada yang begitu indah. Di final lomba ini, badan otonom Jamiyatul Qurra sebagai juara 1, sementara Daerah R keluar sebagai juara 2, dan badan otonom Ribben Tionghoa Centre (RTC) menempati juara 3.

Dilanjutkan dengan Musabaqah Fahmil Imriti (MFI). Cabang lomba ini diambil 4 pemenang, yakni juara 1,2, 3, dan harapan 1. Kastaqim sebagai juara 1, juara 2 diraih M2KD, juara 3 diraih oleh BBC-TNB,  sedangkan harapan 1 diberikan kepada Jamiyatul Qurro (JQ).

Final lomba MFA pun hampir  sama dengan lomba MFI, yakni terdiri dari 4 delegasi. M2KD keluar sebagai Juara 1, sedangkan Juara 2 diraih oleh daerah S, juara 3 diraih oleh Kastaqim dan harapan 1 diberikan kepada Daerah C.

Setelah perlombaan selesai, salah seorang reporter pesantren berhasil mewawancari beberapa juri lomba, salah satunya adalah ustad. Hasin. Koordinator khusus lomba MFQ tersebut menjelaskan bahwa tujuan diadakannya lomba ini adalah untuk menemukan kader-kader santri yang siap dibina lebih jauh lagi ke depannya. “Adanya lomba ini merupakan pengkaderan santri untuk diikut sertakan pada lomba di luar pesantren. Lebih-lebih lomba yang diadakan langsung oleh pemerintah seperti MTQ yang skalanya setingkat Nasional. Maka perlu kiranya memasukkan lomba tersebut di kegiatan tahunan ini,” ungkap pria yang berasal dari Sumber Waru tersebut. (Aruf)