Semi Final Debat Ilmiah Memanas

ADMINPESANTREN Kamis, 22 Juli 2021 23:08 WIB
890x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren

Bata-Bata – Lomba debat ilmiah kembali digelar oleh Pondok Pesantren Mambaul Ululm Bata-Bata (PP. MUBA) pada acara Gema Takbir Idul Adha (GETARIA) 1442 H. Lomba yang telah memasuki babak semi final tersebut diletakkan di Aula Perpustakaan Al-Majidiyah pada Rabu Malam (21/07).  

Di babak semi final terdiri dari beberapa kubu di antaranya adalah Logika Ushul Fiqh (LOGIS), Lembaga Pengembangan Bahasa Arab (LPBA), Majelis Musyawarah Kutubuddiniyah (M2KD), dan Bata-Bata Bilingual Centre (BBC). Setiap kubu terdiri dari tiga peserta yang mewakili otonomnya masing-masing.

Peraturan Lomba debat ilmiah di babak semi final semakin diperketat oleh panitia. Hal tesebut dibuktikan dengan harus lengkap dan jelasnya refrensi yang akan disampaikan oleh para peserta dan mosi debat yang semakin dipersulit. Menariknya pula, semifinal debat ilmiah tahun ini menghadirkan juri istimewa yang nantinya akan berdiskusi dengan para peserta lomba. Kedua juri istimewa tersebut adalah Ustadz Nurul Hidayat selaku ketua Dewan Ma’hadiyah dan Ustadz Abdul Basit selaku Ka.Bid Badan Otonom.

Adapun tema yang diperdebatkan antara delegasi LOGIS dan LPBA adalah kontroversi persoalan pajak penjual sembako. Dimana kubu LOGIS berada di pihak yang setuju dan mendukung wacana tersebut, sementara kubu LPBA berada di pihak kontra dan menentangnya. Sedangkan tema debat antara M2KD dan BBC yaitu Indonesia Darurat SDM menuju Generasi Emas 2045. BBC berada di pihak pro dan menyatakan ketidak siapan SDM Indonesia saat ini, sementara kubu kontra diduduki oleh M2KD yang sangat optimis pada SDM Indonesia menuju Generasi Emas 2045.

Muhim selaku salah seorang penonton lomba mengaku sangat terpukau oleh penampilan para peserta di babak semi final ini. “Saya merasa kagum dengan mereka yang ikut lomba debat ilmiah ini. Sebab mereka semua masih santri aktif akan tetapi penampilannya sangat luar biasa. Selain itu, bahasa yang mereka gunakan ketika berargumen sangat ilmiah seperti sudah menjadi mahasiswa.” tuturnya saat tim redaksi melakukan wawancara.

Sistem perlombaan debat ilmiah ini menggunakan sistem poin atau nilai. Sehingga delegasi yang bertemu di babak semifinal bisa berjumpa kembali di babak final apabila sama-sama mendapatkan nilai tertinggi. Oleh karena itulah, LPBA dan LOGIS berhak melaju ke babak final setelah mungungguli nilai yang diraih oleh M2KD dan BBC. “Babak final akan mempertemukan LPBA dan LOGIS. Mereka memang berjumpa barusan di babak semifinal. Namun, karena ini sistem poin, bukan sistem gugur, sedangkan poin mereka sangat tinggi, jadi kedua-duanya berhak lolos ke final besok,” ungkap ustadz Makinun Amien selaku koordinator khusus lomba debat ilmiah. (Zal)