Penutupan Lomba Getaria Tarik Animo Santri

ADMINPESANTREN Senin, 26 Juli 2021 22:35 WIB
906x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren

Bata-Bata — Acara yang ditunggu-tunggu oleh seluruh santri akhirnya tiba. Setelah tuntasnya pagelaran lomba-lomba Gema Takbir Idul Adha (Getaria) 1442 H Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) Pamekasan, maka diadakanlah penutupan lomba Getaria sekaligus pemberian hadiah kepada pemenang lomba yang digelar pada Senin malam (26/7) di lapangan sebelah selatan Daerah S.

Dalam acara penutupan Getaria tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ustad Thohir selaku ketua panitia Getaria menyampaikan dalam sambutannya kepada seluruh santri untuk tidak berhenti belajar dan mengasah kemampuannya setelah pagelaran Getaria. “Saya harap teruntuk adik-adik santri tidak hanya belajar dan mengasah kemampuannya di Getaria saja, teruslah kalian belajar dan kembangkan potensi yang sudah didapatkan di pondok ini untuk masa depan kalian yang akan datang,” tuturnya.

Untuk pembacaan surat keputusan para pemenang lomba GETARIA tahun ini, dipimpin langsung oleh koordinator umum lomba Getaria Ustadz Abdul Basith. Beliau membacakan satu-persatu para pemenang lomba, mulai dari lomba keasrian kamar, keasrian daerah, lomba-lomba ilmiah, non ilmiah dan diakhiri dengan penobatan juara umum lomba. “Adapun juara umum lomba Getaria tahun 1442 H diraih oleh delegasi dari…,” serunya di penghujung pembacaan surat keputusan.

Acara kemudian diakhiri dengan penutupan pagelaran lomba Getaria 1442 H yang dipandu oleh Ketua I Dewan Ma’hadiyah, Ustadz Kholilur Rohman. Sebelum resmi menutup acara, beliau sempat berpesan agar uforia kemenangan baik yang dirasakan oleh juara umum dan yang lainnya tidak dirayakan dengan terlalu berlebihan. “Kalian sudah menjadi juara, baik juara umum ataupun yang lainnya. Jangan sampai kemenangan kalian ternodai dengan tindakan kalian sendiri yang cenderung berlebihan sehingga menghapus sisi keberkahan di balik acara ini. Dan ingatlah bahwa kita berada di pondok pesantren yang sarat dengan nilai-nilai keberkahan,” jelasnya. (Ko)