Program I’dad; Standar Dasar Santri Bata-Bata

ADMINPESANTREN Selasa, 7 September 2021 22:01 WIB
753x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren

Bata-Bata – Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) kian hari terus berinovasi untuk mencetak santri-santri yang berkualitas. Untuk mewujudkan hal tersebut, Dewan Ma’hadiyah mengagendakan program I’dad yang telah disosialisasikan pada Selasa malam, (7/9/2021) yang bertempat di Asrama al-Quran Ponpes Muba.

Program I’dad merupakan inisiatif Pengasuh Ponpes Muba, RKH. Ahmad Faisol Abd. Hamid, yang wajib diikuti oleh seluruh santri sebelum mengikuti program akselerasi badan otonom. Program I’dad tersebut juga akan diasramakan dengan target pencapaian santri mampu membaca al-Quran dan tulis Arab, membaca kitab, dan praktek ibadah. “Jika santri sudah dinyatakan lulus dari program ini, barulah ia diperbolehkan mengikuti program akselerasi badan otonom. Program I’dad ini sekaligus menjadi standar dasar yang harus dilalui oleh semua santri Bata-Bata.” ujar Ustadz Nurul Hidayat, selaku Ka. Dewan Ma’hadiyah saat diwawacarai redaksi.

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut juga menambahkan bahwa program I’dad sejatinya merupakan inovasi dari program asrama al-Quran yang awalnya hanya fokus di pengembangan quraniyah semata, “Yang akan dijadikan asrama I’dad ini adalah asrama al-Quran yang pada awalnya hanya memiliki target pencapaian santri mampu baca tulis al-Quran dan ubudiyah. Namun untuk saat ini ditambah dengan program kitabiyah, sehingga berubah haluannya dengan nama program I’dad,” imbuhnya menjelaskan.

Selain berubah haluan, program I’dad juga menyajikan tahapan pembinaan yang terbagi ke dalam dua level. Level pertama berisi bimbingan baca tulis al-Quran dan ubudiyah dasar, sementara level kedua berupa baca kitab dan ubudiyah pengembangan. “Jadi santri yang baru masuk ke asrama ini akan dibimbing di level pertama terlebih dahulu, baru kemudian dilanjutkan ke level kedua, untuk kemudian dinyatakan lulus dan diperbolehkan mengikuti program akselerasi di badan otonom,” pungkasnya. (Ans)