Asrama Kelas Akhir Peringati Maulid Nabi

ADMINPESANTREN Kamis, 14 Oktober 2021 22:44 WIB
675x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren

Bata-Bata – Asrama Kelas Akhir Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) Pamekasan Madura menggelar acara khitobah akbar sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Kegiatan tersebut diselenggarakan di halaman daerah H, Kamis malam (14/10) pukul 19.30 WIB.

Acara tersebut merupakan pamungkas dari serangkaian kegiatan khitobah yang biasa dilaksanakan setiap malam selasa. Kegiatan khitobah merupakan program rutin asrama kelas akhir untuk membekali santri sebagai calon guru tugas perihal public speaking. “Acara ini adalah acara pamungkas dari serangkaian program yang sudah dijalankan secara sempurna di asrama kelas akhir ini. Apalagi bertepatan dengan bulan Maulid dan menjelang libur pesantren, jadi momentumnya pas sekali,” ungkap Ketua Asrama Kelas Akhir, Ustad. Moh. Thohir saat mengisi sambutan.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Dewan Ma’hadiyah II, Ustadz Umar Faruq, jajaran pengurus asrama kelas akhir, dan seluruh santri didikan asrama kelas akhir. Selain itu, hadir sebagai penceramah tunggal dalam menyampaikan perihal tema maulid nabi, Ustadz Wahyudi Efendi, yang juga merupakan Ketua Dewan Ma’hadiyah masa bakti 2018-2020.

Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa Rasulullah adalah sosok manusia yang sempurna lagi paripurna. Beliau turut mengisahkan beberapa sirah-sirah Rasulullah serta amalan-amalan salawat di hadapan santri kelas akhir. “Suatu ketika ada seorang wanita yang sangat mencintai Rasulullah kemudian bertanya kepada beliau, ‘Apakah amalan yang dapat membuat saya masuk surga wahai Rasul’, Rasulullah menjawab, ‘bershalawat atas namaku setiap pagi hari sepuluh kali, dan setiap sore hari sepuluh kali,” ungkapnya bercerita.

Tak lupa pula, beliau turut mengisahkan perihal etika dan jati diri seorang santri sesungguhnya. Beliau menginspirasi santri dengan cerita-cerita para santri dahulu yang sangat takzim dan taat pada guru-gurunya. “Tiga pilar jati diri seorang santri sesungguhnya yaitu Islam, Iman dan Ihsan. Jika santri telah memiliki 3 pilar tersebut, maka ia akan menjadi seperti lentera yang menerangi kehidupan masayarakat,” jelasnya. (Ans)