Apel Liburan Maulid; Pesankan Etika yang Baik

ADMINPESANTREN Sabtu, 16 Oktober 2021 22:27 WIB
3894x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren

Bata-Bata Hari yang ditunggu-tunggu oleh ribuan santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) Pamekasan akhirnya tiba. Hari itu tiada lain adalah liburan bulan Maulid. Sehari sebelumnya, Dewan Ma’hadiyah Ponpes Muba terlebih dahulu mengadakan acara apel bersama yang terlaksana pada Sabtu malam, (16/10) pukul 19.30 WIB di Mushalla utama santri putra.

Seperti biasanya, pelaksanaan apel diisi dengan pembacaan surat keputusan liburan pesantren. Surat keputusan yang disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Ma’hadiyah, Ustadz Nurul Hidayat, tersebut berupa penetapan waktu liburan santri yang dimulai sejak Ahad (17/10) sampai hari ahad (31/10). Selain itu, juga terdapat beberapa peraturan selama liburan baik santri yang menetap di pondok pesantren atau pulang ke rumah masing-masing. Tidak lupa pula, beliau turut menyampaikan mekanisme santri saat kembali ke pesantren nantinya.

“Selama liburan, santri mempunyai tanggung jawab yang berupa menjaga nama baik almamater. Pengasuh keempat, RKH. Abd. Hamid AMZ, pernah berdauh, ‘Santreh tabeh alumni se ajegeh nama baikkeh pondhuk, padeh ben se ngellonin bhuleh (santri ataupun alumni yang menjaga nama baik pondok pesantren, maka dia seperti memelukku)’,” ungkapnya.

Hal itu kemudian dipertegas oleh Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, RKH. Ach. Faisol AH dalam sambutannya. Beliau berpesan agar santri senantiasa menjaga etika dan sopan santun selama berinteraksi dengan masyarakat luas. Hal itu menurut beliau, adalah perwujudan atas kecintaan santri terhadap almamaternya. “Jagalah sikap kalian, jangan sampai memalukan nama baik almamater,” pesan beliau.

Selepas sambutan, terdapat sesi mauidzah hasanah yang bertujuan untuk memotivasi para santri. Pada kesempatan kali ini, mauidzah hasanah disampaikan oleh KH. Bustomi Tibyan, dari Kampus IDIA Pondok Pesantren Al-Amin Prenduan Sumenep. Beliau – yang juga merupakan alumni Ponpes Muba – menyampai agar santri senantiasa bersikap sopan terhadap orang tuanya. Bahkan, santri seharusnya menanamkan rasa senang dan bahagia saat diperintah oleh orang tua maupun gurunya. “Jangan sampai mengucapkan uh... ketika disuruh apapun oleh orang tua, karena itu bisa menyakiti hati orang tua,” sampainya.

Sebelum acara ditutup, Kabid. Pendidikan dan Otonom Pondok Pesantren terlebih dahulu memberikan penghargaan kepada beberapa daerah dan otonom yang berprestasi. Terdapat beberapa kriteria penghargaan, seperti Daerah dan Badan Otonom Terbaik dari sisi kebersihan, ubudiyah, program pendidikan, kekompakan staf, dan di bidang literasi. "Penghargaan ini adalah reward yang sepantasnya diberikan kepada daerah atau badan otonom yang berprestasi," jelas Ustadz Abd. Basit, Ka.Bid. Otonom Pondok Pesantren. (hur/rist)