Khilma Anis Ajak Santri Gemar Membaca

ADMINPESANTREN Ahad, 9 Januari 2022 10:34 WIB
552x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Pekan Ngaji 7

Bata-Bata, Khilma Anis menjadi pemateri pada salah satu seminar bertajuk “Ngaji Membaca: Budaya Membaca dan lahirnya Ulama Luar Biasa” pada hari kelima pergelaran The International Event Pekan Ngaji 7 di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (ponpes Muba) pada minggu (9/1). Acara yang dilangsungkan di Musholla Ponpes Muba putri tersebut tidak hanya diikuti oleh kalangan santri saja, tetapi juga dihadiri oleh peserta umum yang menjadi penggemar penulis novel Hati Suhita tersebut.

Pada awal penyampaian perempuan kelahiran jember ini mengulas tentang esensi dari seorang santri dimana santri menurut beliau berarti sumur sinobo yakni santri adalah tempat orang-orang bermusyawarah, berdiskusi, dan tempat bertanya atas persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat. Hal ini lah yang kemudian mengharuskan seorang santri untuk senantiasa giat menimba ilmu diman hal itu diperoleh melalui membaca. 

Novelis pesantren yang akrab disapa Ning Khilma itu juga memaparkan panjang lebar dengan bahasa yang lugas terkait sembilan alasan mengapa kita harus banyak membaca. Seperti satu majelis dengan para ulama,  perlunya berkumpul dengan orang-orang sholih, menghindari berbicara pada yang tidak diketahui, sebagai bentuk tanggung jawab untuk menulis, sebagai investasi pengetahuan, sumber Inspirasi, mengasah kemampuan berpikir dan menganalisis, sebagai bentuk ikhtiar untuk menjadi manusia yang bermanfaat, dan yang terakhir menutip nasehat Sunan Kudus bahwa seseorang itu harus mengamalkan ‘GUSJIGANG”, Gus yang berarti Bagus, Ji yaitu mengaji yang berarti membaca, sedangkan Gang artinya dagang.

Ia juga menambahkan bahwa jika seseorang masih belum berkeinginan untuk menulis, berrati ia masih belum benar-benar mencintai membaca. Karena tidak ada orang yang gemar membaca tapi tidak mau menulis. 

” Level tertinggi seorang pembaca adalah ketika dia menulis”, jelasnya.

Ning Khilma juga memotivasi santri untuk menggeluti dunia literasi yakni dengan membaca dan menghasilkan karya. Di tengah penjelasannya, ia mengutip perkataan semar, “Ojo mati tanpo arang; jangan mati tanpa nama”. Artinya jangan mati jika belum menghasilkan karya.

Pada penghujung acara, perempuan yang sangat menyukai wayang ini memberikan pesan pada para santri putri Ponpes Muba dengan mengutip perkataan Pramoedya Ananta toer, “Setinggi apapun sekolah mu jika kamu tidak menulis maka kamu akan di lupakan sejarah”, pungkasnya. (Fha/Mas).