Ning Nurul; Siap Nikah, Harus Siap Bermasalah

ADMINPESANTREN Ahad, 9 Januari 2022 22:03 WIB
680x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Pekan Ngaji 7

Bata-Bata, Nurul Hidayati, direktur utama ‘Nikah Institute’ mengisi seminar pernikahan di acara Pekan Ngaji 7 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba). Kegiatan yang dilangsungkan di Musholla Ponpes Muba tersebut berlangsung pada minggu (9/1) pukul 20:00 WIB. Tidak hanya santri yang menyesaki lokasi seminar, beberapa peserta umum juga ikut menyaksikan secara langsung.

Ning Nurul, sapaan akrab pemateri menjelaskan lima hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk menikah, seperti; niat, akhlak, PR diri, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan diri meliputi kesiapan fisik, mental, dan kesiapan finansial. Ia juga menambahkan bahwa dalam pernikahan pasti akan timbul konflik diantara suami-istri.

“Masalah itu pasti, jangan kalian pikir menikah itu kayak drama korea. Kalau nikah harus siap menghadapi konflik. Bahkan perihal soto aja kadang bisa jadi masaalah”, ungkapnya menegaskan.

Penulis buku ‘Pahami Sebelum Sesali’ itu juga menambahkan, orang yang berumah tangga itu harus bisa beradaptasi, saling menyesuaikan dalam hal makanan, hingga waktu tidur. Selain kemampuan beradaptasi dan kesiapan mental juga finansial, faktor utama yang harus diperhatikan adalah komunikasi. Menurutnya, banyak pasangan suami-istri yang akhirnya bercerai karena hal sepele, dan akar dari hal itu adalah kurangnya komunikasi.

Alumni Universitas Airlangga tersebut juga menguraikan komposisi belahan otak laki-laki dan perempuan yang berbeda. Otak perempuan memiliki skorpus kolosum atau serabut penghubung belahan otak kanan dan kiri yang lebih banyak dibandingkan otak laki-laki, akibatnya perempuan bisa mengerjakan banyak hal dalam sekali waktu, sedangkan laki-laki saat beraktivitas menjadi sangat fokus dan tidak bisa diganggu. 

Jumlah produksi kata pada laki-laki pun lebih sedikit daripada perempuan. Jika laki-laki hanya berbicara sekitar 7000 kata perhari, maka perempuan bisa mengeluarkan kata sebanyak 17000 hinga 20.000 kata setiap harinya. Hal ini lah yang terkadang mengundang pertikaian dalam rumah tangga, karena kurangnya pemahaman suami atau istri pada pasangannya yang secara biologis memang berbeda. “Jadi kalua kita udah chat panjang lebar cuma dibalas ‘Ya’ gak usah marah, bukan cuek tapi memang dasarnya laki-laki begitu”, pungkasnya. 

Selain berbagi materi seputar pernikahan, di tengah penjelasannya, Ning Nurul juga bercerita pengalamannya mendapatkan beasiswa S2 dan S3 di Korea Selatan yang mengundang antusiasme peserta seminar. Bahkan pada sesi tanya jawab, ada penanya yang untuk kebolehan bahasa Korea melihat di Ponpes Muba terdapat otonom yang focus mempelajari bahasa Korea. (Mas).