Pak Ndul Kenalkan Metode Kritik Ala Roti Sandwich

ADMINPESANTREN Ahad, 9 Januari 2022 22:27 WIB
469x ditampilkan Galeri Headline Berita Kabar Pesantren Pekan Ngaji 7

Bata-bata—Agung Sukoco atau yang biasa dikenal Pak Ndul ikut memeriahkan Pekan Ngaji 7 di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ponpes Muba) pada hari minggu (9/1). Acara yang dilangsungkan di Musholla Ponpes Muba putra tersebut tidak hanya diikuti oleh santri aktif, tatapi juga diramaikan oleh alumni. 

Lelaki asal Pilangkenceng, Madiun, Jawa Timur yang dijuluki ‘ahlinya-ahli, intinya inti dan core of the core’ tersebut tampil pada seminar bertajuk Ngaji Satire: Kritik konstruktif dengan Satire yang digelar pada pukul 19:30 WIB. Pada penjelasannya, ia menguraikan satu metode yang dinamai kritik satire ala roti sandwich. Metode ini, menurut pemateri tidak akan ditemukan di mesin pencarian google sekalipun. 

“Ini cara ampuh untuk mengkritik, ini kritik satire ala Roti Sandwich yang kalau kalian cari di google tidak ada”, jelasnya. Kritik gubahan Pak Ndul ini diawali dengan memberi pujian, lalu kritik, dan ditutup dengan pujian lagi.

Lelaki yang mengaku hidup di masa dinosaurus ini bahkan memberikan contoh langsung satire yang ditujukan pada Moh. Ali Muhsin selaku moderator yang tentunya mengundang gelak tawa peserta seminar.

“Om itu baik, ganteng, dan berwibawa. Sayangnya Om masih jomblo sampai saat ini, tetapi itu mungkin takdir dari Tuhan karena belum menemukan orang yang tepat”, kata Pak Ndul.

Seminar kritik satire ini adalah salah satu seminar yang paling ditunggu oleh santri bahkan alumni yang ingin terlibat langsung sebagai audience. Terbukti dengan banyaknya peserta yang menyesaki ruang seminar serta kehebohan guyonan khas Pak Ndul yang mengocok perut. Abd. Wasit, salah satu peserta seminar mengatakan, “Ini sangat seru, gokil abis bahkan saya sampai sakit perut karena tertawa mendengarkan penjelasan Pak Ndul”, ucapnya ketika diwawancarai tim redaksi setelah acara selesai. (And/Mas).